Page 831 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 831

Berikut 3 alasan Menaker kukuh upah minimum tahun depan tidak naik: Menurut Ida, penerbitan
              SE tersebut salah satunya dilatarbelakangi oleh lesunya kondisi perekonomian Indonesia serta
              ketenagakerjaan imbas pandemi. Penurunan tersebut dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi
              triwulan II yang minus 5,32%.

              Kemudian berdasarkan data analisis dari hasil survei dampak COVID-19 terhadap pelaku usaha
              yang  ditemukan  oleh  BPS,  terdapat  82,85%  perusahaan  cenderung  mengalami  penurunan
              pendapatan. Sebanyak 53,17% usaha menengah dan besar dan 62,21% Usaha Mikro dan Kecil
              mengalami kendala keuangan terkait pegawai dan operasional.

              "Ini beberapa survei yang menjadi latar belakang kenapa dikeluarkan SE tersebut. Jadi intinya
              sebagian  besar  perusahaan  tidak  mampu  membayar  upah  meskipun  sebatas  upah  minimum
              yang berlaku saat ini," ujar Ida dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2020).

              Dia menuturkan kondisi tersebut telah dibicarakan dalam forum yang ada di Dewan Pengupahan
              Nasional (Depennas) yang terdiri atas Tripartit yaitu unsur pemerintah, serikat pekerja/buruh,
              dan pengusaha. Di forum itu telah dilakukan diskusi secara mendalam.

              "Diskusi mendalam kami lakukan dalam waktu cukup lama. Penetapan ini adalah jalan tengah
              yang kita ambil hasil diskusi di Depennas," ucapnya.

              Ida menambahkan pemerintah tidak diam begitu saja meski upah minimum tahun depan tak
              naik. Sebab, sampai sekarang pemerintah masih terus memberikan subsidi kepada para pekerja
              dalam bentuk subsidi gaji/upah, Kartu Pra Kerja, dan berbagai bantuan lainnya.

              Ia menegaskan dana untuk bantuan subsidi gaji/upah bukan berasal dari BPJS Ketenagakerjaan,
              melainkan dari pemerintah yang bersumber dari APBN.

              "Jadi ini salah satu cara kita agar daya beli para pekerja kita tetap ada. Dan saya melihat sendiri
              temen-temen pekerja kita merasa terbantu dengan adanya subsidi gaji/upah dari pemerintah,"
              tandasnya.





































                                                           830
   826   827   828   829   830   831   832   833   834   835   836