Page 842 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 842

neutral - Aloysius Uwiyono (Pengamat Ketenagakerjaan) Yang penting penerapan upah minimum
              tersebut diberlakukan benar-benar pada pekerja/buruh yang bermasa kerja kurang dari 1 tahun
              negative - Sarman Simanjorang (Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia)
              Jika dalam kondisi seperti ini ada kenaikan UMP, maka pengusaha akan melakukan rasionalisasi
              yang  lebih  ketat,  misalnya  melakukan  PHK  yang  semakin  banyak  dan  tahun  depan  tidak
              menambah karyawan baru

              negative - Sarman Simanjorang (Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia
              (Hippi)  DKI  Jakarta)  Kondisi  dunia  usaha  saat  ini  yang  sudah  ngos-ngosan  untuk  mampu
              bertahan sangat tidak memungkinkan menaikkan UMP 2021. Banyak pengusaha sudah sangat
              terpuruk,  cash  flow  sudah  mengkhawatirkan.  Jika  UMP  dinaikkan  akan  menambah  beban
              pengusaha dan akan semakin terpuruk

              negative - Sarman Simanjorang (Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia
              (Hippi) DKI Jakarta) Jika kita hitung malah minus, seharusnya UMP turun, tapi kan tidak mungkin
              UMP diturunkan, maka kenaikan 0 persen sudah sangat bijak



              Ringkasan

              Beberapa waktu lalu setelah UU Cipta Kerja disahkan mengundang berbagai macam penolakan,
              begitupun dengan isu upah minimum provinsi / UMP 2021 yang saat ini hangat diperbincangkan
              muncul pro kontra terkait UMP tersebut.

              Diantaranya buruh ngotot ingin UMP 2021 naik 8 persen, namun disisi lain Pengusaha meminta
              agar Pemerintah tidak menaikkan, lantaran saat ini masih dalam keadaan sulit akibat pandemi
              covid-19.
              Untuk informasi lebih lanjut terkait respon terhadap UMP 2021 dari berbagai pihak, berikut fakta-
              fakta UMP 2021 yang dirangkum oleh Liputan6.com, Kamis (29/10/2020).



              FAKTA-FAKTA UMP 2021, DITOLAK BURUH HINGGA ANCAMAN PHK PENGUSAHA

              Beberapa waktu lalu setelah UU Cipta Kerja disahkan mengundang berbagai macam penolakan,
              begitupun dengan isu upah minimum provinsi / UMP 2021 yang saat ini hangat diperbincangkan
              muncul pro kontra terkait UMP tersebut.

              Diantaranya buruh ngotot ingin UMP 2021 naik 8 persen, namun disisi lain Pengusaha meminta
              agar Pemerintah tidak menaikkan, lantaran saat ini masih dalam keadaan sulit akibat pandemi
              covid-19.

              Untuk informasi lebih lanjut terkait respon terhadap UMP 2021 dari berbagai pihak, berikut fakta-
              fakta UMP 2021 yang dirangkum oleh Liputan6.com, Kamis (29/10/2020).

              1. Buruh minta naik 8 persen Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) meminta kenaikan
              upah minimum Kabupaten/Kota (UMK) dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK)
              tahun 2021 sekurang-kurangnya sebesar 8 persen.

              Di mana kenaikan sebesar 8 persen tersebut, setara dengan kenaikan upah minimum dalam tiga
              tahun terakhir.

              "Walaupun pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi minus dalam 2 kuartal terakhir, tetapi
              daya beli masyarakat harus tetap dijaga. Dengan demikian, adanya inflasi harga barang tetap

                                                           841
   837   838   839   840   841   842   843   844   845   846   847