Page 844 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 844

"Menaker (Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah) tidak memiliki sensitivitas nasib buruh, hanya
              memandang  kepentingan  pengusaha  semata,"  kata  Said  Iqbal  dalam  keterangannya  kepada
              Selasa (27/10/2020).

              Said melanjutkan, perusahaan yang tidak mampu dapat melakukan penangguhan dengan tidak
              menaikan upah minimum setelah berunding dengan serikat pekerja di tingkat perusahaan dan
              melaporkannya ke Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

              "Tapi jangan dipukul rata semua perusahaan tidak mampu. Faktanya di tahun 1998 pun tetap
              ada kenaikan upah minimum untuk menjaga daya beli masyarakat," tegasnya.

              Lebih jauh Said Iqbal mempertanyakan keputusan ini. "Apakah Prdesiden sudah mengetahui
              keputusan Menaker ini? Atau hanya keputusan sepihak Menaker?" tanyanya.

              Adapun, demonstrasi tersebut nantinya diikuti puluhan hingga ratusan ribu buruh. Mereka akan
              berdemo  di  depan  kantor  Mahkamah  Konstitusi,  Istana,  DPR  RI,  dan  di  kantor  Gubernur  di
              seluruh Indonesia bersamaan dengan isu pembatalan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

              5. Pengamat: buruh demo tidaklah tepat Pengamat Ketenagakerjaan Aloysius Uwiyono pun ikut
              menanggapi rencana buruh yang akan melakukan aksi demo besar-besaran untuk menentang
              keputusan dari Menaker.

              Menurutnya, aksi demo besar-besaran tersebut sebagai kesalahan fatal. Langkah lebih tepat
              sasaran jika kaum buruh menumpahkan tuntutan kepada masing-masing perusahaan.
              "Menurut  saya  demo  mengenai  upah  minimum  itu  salah  besar.  Harusnya  serikat  pekerja
              memperjuangkan kenaikan upah anggotanya di masing-masing perusahaannya," kata Aloysius
              kepada Dari sudut pandangnya, demo penolakan UMP 2021 yang tak naik tersebut terkesan
              dibumbui intrik politik. Dia menganggap curahan hati itu lebih tepat diarahkan kepada pihak
              pemberi kerja.

              "Lho, ini (tuntutan kenaikan UMP 2021) kan perjuangan sosial ekonomi para anggotanya. Bukan
              perjuangan politik," tegas Aloysius.

              Oleh  karenanya,  ia  pun  meminta  serikat  pekerja  untuk  dapat  bernegosiasi  dengan  setiap
              perusahaan. Itu agar para buruh dengan status kerja lebih dari 1 tahun berhak memperoleh gaji
              di atas ketentuan UMP 2021.

              "Dirundingkan secara musyawarah pada masing-masing perusahaan," ujar dia.

              Menanggapi  soal  keputusan  Menaker  untuk  tidak  menaikkan  UMP  2021,  Aloysius  tidak
              mempermasalahkan. Namun dengan catatan, ketetapan itu berlaku bagi pekerja dengan masa
              kontrak di bawah 1 tahun.

              "Yang penting penerapan upah minimum tersebut diberlakukan benar-benar pada pekerja/buruh
              yang bermasa kerja kurang dari 1 tahun," kata Aloysius.
              Di sisi lain, ia menilai pekerja atau buruh yang mempunyai masa kerja lebih dari 1 tahun berhak
              dibayar di atas UMP 2021. Pemerintah pun wajib melakukan pengawasan super ketat kepada
              tiap perusahaan agar pembayaran itu dilakukan.

              6.  Pengusaha:  Bakal  Ada  PHK  Massal  jika  UMP  2021  Dipaksa  Naik  Pemerintah  melalui
              Kementerian Ketenagakerjaan telah menetapkan tidak ada kenaikan upah minimum (UMP) 2021.
              Hal ini tercantum dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor
              11/HK04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum tahun 2021 pada Masa Pandemi Covid-19.



                                                           843
   839   840   841   842   843   844   845   846   847   848   849