Page 893 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 893

Dalam SE Nomor M/11/HK.04/2020 itu, Ida menetapkan tak ada kenaikan upah minimum pada
              tahun 2021.
              Mendapat penentangan, Menaker Ida akhirnya buka suara soal alasannya mengeluarkan surat
              berisi penetapan upah minimum 2021 itu.

              Salah satun ya adalah, adanya penurunan kondisi ekonomi Indonesia pada masa pandemi Covid-
              19.

              Disebutnya, pertumbuhan ekonomi Indoensia pada triwulan II tumbuh minus 5,32 persen.
              Dari hasil survei dan analisis Badan Pusat Statistik (BPS), 82,85 persen perusahaan cenderung
              mengalami penurunan pendapatan.

              53,17 persen di antaranya merupakan usaha menengah dan besar, sedangkan 62,21 persen
              adalah usaha mikro dan kecil.

              Kedua  hasil  analisi  tersebut  mengatakan,  masalah  yang  dihadapi  adalah  kendala  keuangan
              terkait pegawai dan operasional.

              "Ini beberapa survei yang menjadi latar belakang kenapa dikeluarkan SE tersebut. Jadi intinya
              sebagian  besar  perusahaan  tidak  mampu  membayar  upah  meskipun  sebatas  upah  minimum
              yang berlaku saat ini," kata Ida di Jakarta, Rabu 28 oktober 2020, dikutip dari laman resmi
              Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemnaker ).

              Kondisi  tersebut  pun  telah  dibahas  bersama  Dewan  Pengupahan  Nasional  (Depennas)  yang
              terdiri atas Tripartit yaitu unsur pemerintah, serikat pekerja/buruh, dan pengusaha.

              Menurut Ida, keputusan tak menaikkan upah minimum 2021 adalah jalan tengah yang diambil
              dari hasil forum tersebut.

              "Diskusi mendalam kami lakukan dalam waktu cukup lama. Penetapan ini adalah jalan tengah
              yang kita ambil hasil diskusi di Depenas," kata Ida.

              Namun, tak adanya kenaikan UMP bukan berarti pemerintah diam.

              Ida mengatakan, bantuan subsidi upah hingga kartu prakerja merupakan bentuk bantalan guna
              membantu pekerja yang terdampak kondisi ekonomi ini.

              "Jadi ini salah satu cara kita agar daya beli para pekerja kita tetap ada. Dan saya melihat sendiri
              temen-temen pekerja kita merasa terbantu dengan adanya subsidi gaji/upah dari pemerintah,"
              tutupnya.***.





















                                                           892
   888   889   890   891   892   893   894   895   896   897   898