Page 896 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 896

Judul               Upah Minimum 2021 Tak Naik, Buruh: Sangat Memberatkan!
                Nama Media          detik.com
                Newstrend           Peraturan Upah Minimum
                Halaman/URL         https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/5233143/upah-
                                    minimum-2021-tak-naik-buruh-sangat-memberatkan
                Jurnalis            Trio Hamdani
                Tanggal             2020-10-29 08:05:00
                Ukuran              0
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 17.500.000
                News Value          Rp 52.500.000
                Kategori            Kementerian Ketenagakerjaan
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Negatif



              Narasumber

              negative - Andi Gani Nena Wea (Presiden KSPSI) Ini sangat memberatkan buruh dalam kondisi
              kesulitan ekonomi dan daya beli masyarakat yang lagi turun, tentu sangat berat



              Ringkasan
              Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menolak
              keras keputusan Kementerian Ketenagakerjaan yang tidak menaikkan upah minimum 2021 .

              Menurut Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, keputusan itu amat memberatkan kaum buruh
              karena sedang menghadapi situasi sulit akibat pandemi COVID-19.


              UPAH MINIMUM 2021 TAK NAIK, BURUH: SANGAT MEMBERATKAN!

              Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menolak
              keras keputusan Kementerian Ketenagakerjaan yang tidak menaikkan upah minimum 2021 .
              Menurut Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, keputusan itu amat memberatkan kaum buruh
              karena sedang menghadapi situasi sulit akibat pandemi COVID-19.

              "Ini sangat memberatkan buruh dalam kondisi kesulitan ekonomi dan daya beli masyarakat yang
              lagi turun, tentu sangat berat," katanya, Selasa (27/10/2020).

              Dia meminta pemerintah meninjau ulang keputusan tersebut. Menurutnya, pemerintah harus
              mengajak  bicara  serikat  buruh  sebelum  memutuskan  hal  tersebut.  Pengusaha  disadarinya
              memang banyak yang sedang dalam kondisi susah. Namun, menurutnya buruh juga jauh lebih
              susah.

              Menurut Andi seharusnya pemerintah bisa bersikap lebih adil, yaitu tetap ada kenaikan UMP
              2021. Sementara bagi perusahaan yang tidak mampu dapat melakukan penangguhan dengan
              tidak  menaikkan  UMP  setelah  berunding  dengan  serikat  pekerja  di  tingkat  perusahaan  dan
              melaporkannya ke Kementerian Ketenagakerjaan.
                                                           895
   891   892   893   894   895   896   897   898   899   900   901