Page 898 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 898

minimun (UM) tahun 2021 yang telah menghasilkan kesepakatan akan melaksanakan SE Menteri
              Ketenagakerjaan.


              18 PROVINSI KOMPAK TAK NAIKKAN UPAH MINIMUM, DKI TAK DISEBUT

              - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, menyatakan sudah ada 18 provinsi yang dilaporkan
              sepakat akan mengikuti Surat Edaran (SE) tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 pada
              masa pandemi COVID-19.
              Berdasarkan pemantauan hingga Selasa (27/10/2020) pukul 16.35 WIB, beberapa daerah telah
              melaksanakan  sidang  Dewan  Pengupahan  Provinsi  dalam  rangka  persiapan  penetapan  upah
              minimun (UM) tahun 2021 yang telah menghasilkan kesepakatan akan melaksanakan SE Menteri
              Ketenagakerjaan.
              "Terkait dengan upah minimum provinsi sudah ada laporan 18 provinsi yang akan mengikuti
              Surat  Edaran  Menteri  Ketenagakerjaan,"  kata  Ida,  di  Jakarta,  Kamis  (29/10/2020).
              Kedelapanbelas  provinsi  yang  dimaksud  adalah  Banten,  Bali,  Aceh,  Lampung,  Bengkulu,
              Kepulauan  Riau,  Bangka  Belitung,  Nusa  Tenggara  Barat,  Nusa  Tenggara  Timur,  Sulawesi
              Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Kalimantan Barat Kalimantan Timur,
              Kalimantan Tengah, dan Papua.

              "Jadi, sebenarnya posisinya setelah kita mendiskusikan secara mendalam, mempertimbangkan
              berbagai hal, jalan tengah yang bisa kita ambil adalah dengan tetap sebagaimana upah minimum
              2020. Ini adalah jalan tengah yang kita ambil hasil diskusi di Dewan Pengupahan Nasional. Kita
              harap  para  gubernur  menjadikan  ini  sebagai  referensi  dalam  menetapkan  upah  minimum,"
              katanya.

              Menaker Ida menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor M/11/HK.04/2020 yang ditujukan kepada
              Gubernur se-Indonesia. SE itu mengatur tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 pada
              Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Penerbitan SE ini dilakukan dalam rangka
              memberikan  perlindungan  dan  keberlangsungan  bekerja  bagi  pekerja/buruh  serta  menjaga
              kelangsungan  usaha,  perlu  dilakukan  penyesuaian  terhadap  penetapan  upah  minimum  pada
              situasi pemulihan ekonomi di masa pandemi COVID-19.
              Penerbitan SE ini juga dilatarbelakangi keberadaan pandemi COVID-19 yang telah berdampak
              pada kondisi perekonomian dan kemampuan perusahaan dalam memenuhi hak pekerja/buruh
              termasuk dalam membayar upah. "Mempertimbangkan kondisi perekonomian Indonesia pada
              masa pandemi COVID-19 dan perlunya pemulihan ekonomi nasional, diminta kepada Gubernur
              untuk melakukan penyesuaian penetapan nilai Upah Minimum Tahun 2021 sama dengan nilai
              Upah Minimum Tahun 2020," kata Ida.

              Surat edaran penetapan upah minimum tersebut diteken oleh Menaker pada 26 Oktober 2020.
              Selanjutnya, upah minimum 2021 ini secara resmi akan ditetapkan dan diumumkan oleh seluruh
              pemerintah daerah pada akhir Oktober 2020. "Melaksanakan penetapan upah minimum setelah
              tahun 2021 sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Menetapkan dan mengumumkan
              Upah Minimum Provinsi Tahun 2021 pada tanggal 31 Oktober 2020," kata Ida.

              "Sehubungan dengan hal tersebut di atas, diminta kepada Saudara untuk menindaklanjuti dan
              menyampaikan Surat Edaran ini kepada Bupati/Walikota serta pemangku kepentingan terkait di
              wilayah Saudara," tegasnya. ( dni).





                                                           897
   893   894   895   896   897   898   899   900   901   902   903