Page 960 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 960

"Kebijakan  Menaker  untuk  tidak  menaikan  upah  minimum  dalam  kondisi  ekonomi  yang  lagi
              terpuruk saat ini, dapat dipahami dalam rangka kepastian hukum bagi pengusaha dan pekerja
              demi  menjaga  keberlangsungan  usaha,"  kata  Melki  kepada  wartawan,  Jakarta,  Rabu
              (28/10/2020).



              POLITIKUS GOLKAR PAHAMI KEPUTUSAN MENAKER TAK NAIKAN UPAH MINIMUM
              2021 AKIBAT EKONOMI TERPURUK

              Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Laka Lena memahami keputusan Menteri Ketenagakerjaan Ida
              Fauziyah tidak menaikkan upah minimum 2021, seiring kondisi ekonomi terimbas pandemi Covid-
              19 .

              "Kebijakan  Menaker  untuk  tidak  menaikan  upah  minimum  dalam  kondisi  ekonomi  yang  lagi
              terpuruk saat ini, dapat dipahami dalam rangka kepastian hukum bagi pengusaha dan pekerja
              demi  menjaga  keberlangsungan  usaha,"  kata  Melki  kepada  wartawan,  Jakarta,  Rabu
              (28/10/2020).

              Menurutnya, pola gotong royong harus menjadi bagian dari berbagai sektor, termasuk hubungan
              industrial pengusaha, pekerja, pemerintah dan masyarakat.

              "Suka duka, untung rugi harus dibagi bersama antar berbagai pihak terkait," ucapnya.

              Di sisi lain, Politikus Golkar itu mengusulkan, untuk sektor usaha yang stabil atau mengalami
              peningkatan bisnis pada masa pandemi, perlu menaikkan upah minimum pada tahun depan.

              "Dialog dan pembicaraan internal dalam semangat musyawarah mufakat antara pengusaha dan
              pekerja,  harus  menjadi  prioritas  dan  didahulukan  untuk  mencari  solusi  terbaik  antara  kedua
              pihak dengan atau tanpa fasilitasi pemerintah," paparnya.

              "Pemerintah membantu pekerja dengan berbagai program sosial termasuk subsidi upah untuk
              melalui masa sulit pandemi ini," ujar Melki.

              Alasan Menaker Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan Surat Edaran (SE) tentang
              Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 pada masa pandemi Covid-19 merupakan jalan tengah
              yang diambil pemerintah.
              Menurut Menaker penerbitan SE tersebut berdasarkan kajian yang dilakukan secara mendalam
              oleh Dewan Pengupahan Nasional (Depenas) terkait dampak Covid-19 terhadap pengupahan.

              "Ini jalan tengah yang harus diambil oleh pemerintah dalam kondisi yang sulit dan tidak mudah.
              Perlindungan pengupahan kita jaga, keberlangsungan usaha harus kita perhatikan. Atas dasar
              itulah SE ini kami keluarkan," kata Menaker di Jakarta, Selasa (27/10/2020).

              Ida  mengatakan  pandemi  Covid-19  telah  berdampak  terhadap  kondisi  perekonomian  dan
              kemampuan perusahaan dalam memenuhi hak pekerja atau buruh termasuk dalam membayar
              upah.


              Surat  edaran  tersebut  juga  dalam  rangka  memberikan  perlindungan  dan  keberlangsungan
              bekerja bagi pekerja atau buruh.

              Namun, menjaga kelangsungan usaha, perlu dilakukan penyesuaian terhadap penetapan upah
              minimum pada situasi pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

              Ida meyakinkan pemerintah tetap memperhatikan kemampuan daya beli para pekerja melalui
              subsidi gaji atau upah.

                                                           959
   955   956   957   958   959   960   961   962   963   964   965