Page 956 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 956
"Ya jangan tiap tahun, karena perintahnya keputusan Menteri itu harus sama dengan tahun lalu,"
katanya kepada wartawan, Rabu (28/10).
Menurutnya, akibat situasi pandemi Covid-19, banyak perusahaan yang mengeluh produksi
mereka tidak maksimal. Dikhawatirkan, keputusan kenaikan UMP akan berdampak tidak baik.
"Kalau dinaikkan kesulitan enggak pengusahanya? Orang kondisi sudah begini. Kan ada bantuan
prakerja segala," jelasnya.
Wahidin hingga kini belum dapat memastikan apakah akan mengabulkan permintaan buruh yang
menginginkan tetap ada kenaikan upah di tahun depan.
"Jangan ngomong begitu nanti diserbu. Belum diumumin," ucapnya singkat.
Penjelasan Pemerintah Dikutip dari Surat Edaran Menaker tersebut, pandemi Covid-19 telah
berdampak pada kondisi perekonomian dan kemampuan perusahaan dalam memenuhi hak
pekerja dan buruh termasuk dalam membayar upah.
Dalam rangka memberikan perlindungan dan kelangsungan usaha, perlu dilakukan penyesuaian
terhadap penetapan upah minimum pada situasi pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.
Atas dasar hal tersebut, Menteri Ida Fauziyah meminta kepada para gubernur di seluruh
Indonesia untuk melakukan penyesuaian penetapan nilai Upah Minimum Tahun 2021 sama
dengan nilai Upah Minimum tahun 2020. Dengan kata lain tidak ada kenaikan UMP 2021.
[lia].
955

