Page 72 - E-MODUL_KEWIRAUSAHAAN
P. 72

kemampuan untuk menghasilkan barang dan jasa unik dan memiliki nilai
                         lebih  (superior  value)  bagi  pembeli  dalam  bentuk  kualitas  produk  sifat-
                         sifat khusus, dan pelayanan lainnya.
                      4. Kedua  jenis  dasar  keunggulan  bersaing  di  atas,  menghasilkan  tiga
                         strategi generik(Porter, : 1997: 11-13), yaitu:
                           a.  Biaya rendah (low cost)
                           b.  Diferensiasi (differentiation)
                           c.  Fokus (focus)
                        Strategi fokus memiliki dua variable utama, yaitu:
                           a.  Fokus Diferensial
                           b.  Fokus biaya
                      5. Low  cost  strategy.  Strategi  ini  mengandalkan  keunggulan  biaya  yang
                         relatif  rendah  dalam menghasilkan barang  dan  jasa.  Keunggulan  biaya
                         berasal dari:
                          a.  Pengerjaan berskala ekonomis
                          b.  Teknologi milik sendiri
                          c.  Akses preferensi ke bahan baku
                      6. Differentiation.  Keunggulan  fokus  diferensiasi  berasal  dari  kemampuan
                         perusahaan  untuk  menghasilkan  barang  dan  jasa  yang  unik  dalam
                         industrinya dan dalam semua dimensi secara umum dihargai pembeli.
                         Diferensiasi dapat dilakukan dalam beberapa bentuk, antara lain:
                          a.  Diferensiasi produk
                          b.  Diferensiasi sistem penyerahan/ penyampaian produk
                          c.  Diferensiasi dalam pendekatan pemasaran
                          d.  Diferensiasi dalam peralatan dan koinstruksi
                          e.  Diferensiasi dalam citra produk.

                      STRATEGI THE NEW 7’s S (D’AVENI)
                           Untuk  menghadapi  kondisi  yang  semakin  dinamis  (hypercompetitive)
                      seperti sekarang ini, Richard A. D’Aveni (1994: 234), mengemukakan suatu
                      ide  dasar,  bahwa  perusahaan  harus  menekankan  pada  strategi  yang
                      memfokuskan  pada  pengembangan  kompetensi  inti  (building  core
                      competency),  pengetahuan,  dan  keunikan  intangible  asset,  untuk
                      menciptakan keunggulan. Oleh karena itu, D’Aveni mengajukan tujuh kunci
                      keberhasilan  perusahaan  dalam  hypercompetitive  environment,  yang
                      dikenal dengan “ The New 7 – S’s”.
                      Konsep “ The New 7 – S’s” ini meliputipokok-pokok dasar sebagai berikut.
                       1.  Superior stakeholder satisfaction
                       2.  Strategic soothsaying
                       3.  Positioning for speed
                       4.  Positioning for surprise
                       5.  Shifting the role of the game
                       6.  Signaling strategic intent
                       7.  Simultaneous and sequential strategic thrust
                           Strategi  yang  pertama  dari  “  The  New  7  –  S’s”  adalah  memberi
                      kepuasan  yang  istimewa  pada  stakeholder  yaitu  semua  unsur  yang
                      memiliki  kepentingan  dalam  perusahaan  dengan  tanpa  kecuali,  seperti
                      pemasok,  karyawan,  manajer,  pemegang  saham,  konsumen,  pemerintah,




                                                           66
   67   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77