Page 83 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 83
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
1998, 28 Juli: Bertempat di Masjid Al-Azhar Jakarta, PK (Partai Keadilan) resmi
dideklarasikan dan Nurmahmudi Ismail ditunjuk sebagai presiden.
1999: Darut Tauhid (DT) memiliki Radio Ummat, mendirikan CV
House and Building, PT MQs, PT Tabloid MQ, Asrama Daarul
Muthmainnah 2000, Radio Bening Hati, dan membangun
sebuah gedung serbaguna. Ia pun memiliki 15 usaha penerbitan,
menerbitkan 32 judul buku dan CD dakwahnya. Diperkirakan,
asetnya hingga bernilai 6 Miliar.
1999: BAZIS DKI menjalin kerjasama dengan Baitul Mal wa Tamwil
(BMT) untuk penyaluran modal usaha bagi Pedagang Kecil
(PPMKM) di 50 pasar tradisional DKI Jakarta.
1999: Terjadi kongres ke-22 HMI Dipo di Jambi. HMI Dipo menetapkan
kembali asas Islam sebagai upaya untuk mengembalikan jati diri
HMI dan juga dengan harapan HMI MPO bisa bergabung. Berbagai
upaya rekonsiliasi atau islah dilakukan untuk menyatukan kedua
HMI itu, namun hingga saat ini masih belum bisa sepakat untuk
bersatu.
1999: MUI mengeluarkan beberapa tausyiah yang mengajak masyarakat
untuk menggunakan hak pilih dan memilih calon pemimpin yang
memperjuangkan aspirasi semua warga negara.
1999: Berdiri penerbit Al-Qowam Group
1999: KH Misbahul Anam mengundurkan diri dari organisasi FPI
1999: Abdurahman Wahid (mantan ketua PBNU) menduduki posisi
tertinggi sebagai presiden Republik Indonesia.
1999-2004: Amin Rais (mantan ketua Muhammadiyah) terpilih sebagai ketua
MPR RI
1999: Pemerintah mengeluarkan UU No. 35 yang merupakan koreksi
atas UU No. 14/1970 soal pembagian kekuasaan kehakiman.
UU tahun 1999 ini merupakan landasan yang menjadi perantara
untuk proses penyatuatapan semua badan peradilan di bawah
Mahkamah Agung, baik dari sisi teknis peradilan maupun
adminstrasinya, sampai pada urusan finansialnya.
1999: UU soal penyelenggaraan haji kembali dikeluarkan pemerintah
lewat UU No. 17/1999.
67

