Page 135 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 135

KONSTRUKSI NILAI-NILAI KARAKTER
                                MELALUI PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF (PPR)

                                  DALAM MATERI SEJARAH MARITIM UNTUK SMA

                                                   Oleh : Sumini Theresia
                                        FKIP Universitas Sanata Dharma Yogyakarta


                             Tulisan  ini  bertujuan  untuk  (1)  mengembangkan  pembelajaran  sejarah
                        dengan Paradigma Pedogogi Reflektif pada materi sejarah maritim di SMA yang
                        berhubungan  dengan  aspek  competence,  conscience,  dan  compassion  dalam
                        membangun potensi siswa menjadi pribadi yang utuh. (2) Menanamkan kesadaran
                        dan  kepedulian  terhadap  masyarakat  melalui  penanaman  nilai-nilai  sejarah
                        maritim dan budayanya.
                             Metode  yang  digunakan  adalah  studi  pustaka  dengan  model  penulisan
                        deskriptif  analitis.  Manfaat  dari  pendekatan  ini  diharapkan  dalam  proses
                        pembelajaran  sejarah  maritim  mampu  (1)  mengarahkan  peserta  didik  berefleksi
                        menemukan  nilai-nilai  kehidupan  sehingga  bisa  merencanakan  tindakan  yang
                        berguna, bukan karena kepatuhan dan tradisi, namun pada kesadaran akan nilai
                        kemanusiaan tanpa meninggalkan aspek kognitif. (2) Membangun diri sendiri agar
                        bertanggung jawab terhadap masyarakat.
                        Kata  kunci:  Paradigma  Pedagogi  Reflektif,  karakter,  competence,  conscience,
                        compassion, sejarah maritim.


                        A.  PENDAHULUAN
                             Pembelajaran  sejarah  pada  jenjang  SMA  saat  ini  menitikberatkan  pada

                        kajian sejarah nasional. Hal ini tentu saja wajar dalam kerangka kebangsaan maka
                        dibutuhkan upaya untuk meningkatkan rasa nasionalisme, salah satunya melalui

                        mata  pelajaran  sejarah  di  sekolah.  Pendidikan  sejarah  sangatlah  penting  bagi

                        generasi muda. Pembangunan karakter bangsa (national character building) dapat
                        diupayakan melalui pendidikan sejarah terutama di sekolah.

                             Begitu  pentingnya pendidikan sejarah, maka dalam Kurikulum 2013, mata

                        pelajaran  sejarah  mendapat  tempat  istimewa.  Terdapat  mata  pelajaran  Sejarah
                        Indonesia  yang  sifatnya  wajib  bagi  seluruh  siswa.  Sementara  bagi  siswa  pada

                        jenjang  SMA  yang  memilih  peminatan  Ilmu  Sosial  selain  mendapat  mata
                        pelajaran  Sejarah  Indonesia,  juga  mendapat  mata  pelajaran  Sejarah.  Mata
   130   131   132   133   134   135   136   137   138   139   140