Page 130 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 130

PENUTUP
                                  Kelemahan  pembelajaran  sejarah  selama  ini  terlalu  monoton,  kurang
                           kreatif,  dan  belum  mampu  mengembangkan  HOTS  sehingga  berimplikasi  pada

                           respon siswa  yang kurang positif. Selain itu, pembelajaran sejarah juga terjebak
                           pada  cognitive  oriented.  Padahal  dalam  assessment  authentic  sesuai  spirit

                           Kurikulum  2013  menghendaki  penekanan  pada  afektif,  kognitif,  dan
                           psikomotorik.  Jika  hal  ini  dibiarkan  terus  berlanjut,  maka  dikhawatirkan  misi

                           positif  mata  pelajaran  sejarah  sebagai  wadah  transfer  nilai  terancam  gagal.
                           Karena itu, kelemahan-kelemahan pembelajaran sejarah harus segera diantisipasi

                           dan salah satu solusinya adalah mengembangkan model  LJBNI.
                                  LJBNI  didesain  dengan  mengikuti  3  fase  pembelajaran  yakni;
                           perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Pada fase perencanaan  yang paling

                           vital  adalah  mengembangkan  LKS  JLBNI  sedangkan  pada  fase  pelaksanaan
                           pembelajaran  tetap  mengacu  pada  tiga  langkah,  yakni;  kegiatan  pendahuluan,

                           kegiatan  inti,  dan  kegiatan  penutup.  Sementara  itu  untuk  fase  tindak  lanjut
                           merupakan  evaluasi  atas  pembelajaran  yang  telah  dilakukan  untuk  menentukan
                           pemberian remedial atau pengayaan.

                                  Model  LJBNI memiliki  kelebihan  atau keunggulan  dan  kekurangan  atau
                           kelemahan.  Kelebihan  LBNI,  yakni:  1)  berorientasi  HOTS;  2)  mengakomodir

                           ranah afektif, kognitif, dan psikomotorik; 3) relevan dengan pendekatan saintifik;
                           4) berciri kooperatif; 5) berciri konstruktivistik; dan 6) mengakomodir perspektif

                           materi  kemaritiman.  Sedangkan  kelemahan  LJBNI,  yakni:  1)  membutuhkan
                           kemampuan  khusus  untuk  merancang  LKS  LJBNI;  2)  dalam  pelaksanaan

                           membutuhkan waktu yang lama; dan 3) membutuhkan sumber belajar yang lebih
                           variatif.










                                                                27
   125   126   127   128   129   130   131   132   133   134   135