Page 128 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 128
strategi pergerakan nasional
3.11 menganalisis kehidupan bangsa Indonesia di bidang V
sosial, ekonomi, budaya, militer, dan pendidikan
pada zaman pendudukan Jepang
3.12menganalisis pemikiran dalam Piagam PBB, V
Proklamasi 17 Agustus 1945, dan perangkat
kenegaraan serta maknanya bagi kehidupan
berbangsa dan bernegara pada masa kini
3.1 menganalisis secara kritis respon Internasional V
terhadap proklamasi kemerdekaan Indonesia
3.2 mengevaluasi perkembangan IPTEK dalam era V
globalisasi dan dampaknya bagi kehidupan
manusia
3.3 menganalisis peran aktif bangsa Indonesia pada V
XII masa Perang Dingin dan dampaknya terhadap
politik dan ekonomi global
V
3.4 menganalisis sejarah organisasi regional dan global
yakni NATO, SEATO, PAKTA WARSAWA,
CENTO, ANZUS, SAARC, OPEC, APEC, MEE,
GATT, WTO, AFTA, NAFTA, CAFTA, dan
pengaruhnya terhadap bangsa Indonesia
3.5 mengevaluasi sejarah kontemporer dunia antara V
lain runtuhnya Vietnam Selatan, Apartheid di
Afrika Selatan, USSR, Jerman Timur,
Yugoslavia, Cekoslowakia
3.6 menganalisis konflik-konflik di Timur-Tengah, V
Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia Timur, Eropa,
Afrika, dan Amerika Latin
Sumber: Analisis penulis terhadap Permendikbud Nomor 24/2016 Tentang KI dan KD
Pelajaran Pada Kurikulum 2013 pada Dikdasmen.
Berdasarkan Tabel 2. Tercatat 29 KD yang dijabarkan dari kelas X, XI, dan
XII. Dari 29 KD tersebut, ternyata 19 berkaitan dengan muatan kemaritiman dan
10 KD belum dapat ditemukan kaitan secara langsung dengan muatan
kemaritiman. Hal yang menarik adalah beberapa KD seperti KD 3.1 dan KD 3.2
pada kelas XI secara langsung menyebut istilah kemaritiman. Karena itu, potensi
ini merupakan salah satu aspek yang dapat dikembangkan guru sejarah dengan
menggunakan model LJBNI.
Berbagai kelebihan model pembelajaran LJBNI telah diuraikan secara
menyeluruh. Selanjutnya, kelemahan atau kekurangan model pembelajaran LJBNI
dapat diidentifikasi sebagai berikut: 1) membutuhkan kemampuan khusus untuk
merancang LKS LJBNI; 2) dalam pelaksanaan membutuhkan waktu yang lama;
25

