Page 298 - Naskah Gubernur Pertama di Indonesia
P. 298

284        Gubernur Pertama di Indonesia



            PENUTUP

            Menurut rencana, Belanda akan mengasingkan kembali Ratulangi ke
            Pulau Bangka bersama Sukarno dan tokoh nasional yang lain. Akan
            tetapi rencana pengasingan terhadap Ratulangi itu itu batal lantaran
            gangguang  kesehatan  pada  mantan  Gubernur  Sulawesi  itu.  Maka,
            hari-hari Ratulangi di Jakarta praktis dihabiskan untuk istirahat dan
            berobat. Sesekali menjawab wawancara pers baik nasional maupun
            internasional.  Aktivitas  politik  pun  ditinggalkan  meski  semangat
            juangnya tetap menyala-nyala.
                    Namun,  semangat  yang  menyala-nyala  itu  padam  seiring
            berpulangnya  Ratulangi  pada  30  Juni  1949.  Serangan  jantung
            menyebabkan  ia  mengembuskan  nafasnya  yang  terakhir.  Sesaat
            sebelumnya,  ia  masih  sempat  bersenda  gurau  dengan  putri
            bungsunya, hingga setengah jam kemudian keadaan berubah menjadi
            duka. Makin terasa menyedihkan karena Ratulangi meninggal dunia
            dalam  status  sebagai  tawanan  musuh.  Jenazahnya  mula-mula
            dimakamkan di Jakarta, namun kemudian dipindahkan ke Tondano,
            tanah  leluhurnya  di  Sulawesi  Utara.  Berdasar  Surat  Keputusan
            Presiden  Republik  Indonesia  Nomor  590  Tahun  1961,  tanggal  9
            November 1961, Dr. G. S. S. J. Ratulangi ditetapkan sebagai Pahlawan
            Kemerdekaan Nasional.
                    Sebagai gubernur, Ratulangi memang tidak memiliki banyak
            waktu  untuk  menjalankan  roda  pemerintahannya  di  Sulawesi,
            tempatnya  bertugas.  Namun,  keterbatasan  waktu  itu  tidaklah
            menghentikan  langkahnya  untuk  memperjuangkan  Indonesia  dan
            menyatukan  Papua  sebagai  wilayah  negara  kesatuan  Republik
            Indonesia.  Selama  hidupnya,  Ratulangi  senantiasa  berjuang  untuk
            kepentingan  dan  kemuliaan  bangsa  dan  Tanah  Air,  tidak  jarang  ia
            harus mengenyampingkan kepentingan pribadi.
                    Ratulangi adalah sosok nasionalis sejati yang ikut mengantar
            Indonesia  ke  gerbang  kemerdekaan.  Perjuangannya  dalam  ikut
            memerdekakan      dan   melepaskan    Indonesia   dari   belenggu
            kolonialisme  dan  imperialisme  Belanda  tidak  jarang  membuatnya
            terasing  dan  mengalami  kehidupan  sebagai  tawanan.  Ia  menjadi
   293   294   295   296   297   298   299   300   301   302   303