Page 294 - Naskah Gubernur Pertama di Indonesia
P. 294

280        Gubernur Pertama di Indonesia

















              Protes masyarakat atas penangkapan terhadap Ratulangi (Sumber: Repro Garda
                         Maeswara, Sejarah Revolusi Indonesia 1945–1950)

                    Pada  awalnya,  Ratulangi  dan  kelompoknya  dilarang
            mengadakan  kontak  dengan  penduduk  di  sekitarnya  karena
            pemerintah  setempat  menganggap  mereka  sebagai  ”kriminal”  dan
            sangat  berbahaya.  Namun,  pemerintah  Belanda  akhirnya  memberi
            kebebasan  kepada  mereka  untuk  berhubungan  dengan  masyarakat
            setempat.  Kontak  Ratulangi  dengan  penduduk  Serui  diawali  oleh
            kedatangan  “rahasia”  Yakop  Thung  Tjing  Ek,  seorang  keturunan
            Tionghoa asal Makassar. Bersama penduduk lain, Benjamin Kajai dan
            Alwi  Rahman,  Yakop  bergantian  mengunjungi  Ratulangi  hingga
            ketiganya mengetahui latar belakang mengapa Ratulangi dan kawan-
            kawan  diasingkan  di  Serui.  Hubungan  lebih  “akrab”  lagi  ketika
            Martha Raweyai, istri Yakop, menjadi pengasuh anak-anak keluarga
            Ratulangi.
                    Kesempatan  itu  dimanfaatkan  Ratulangi  untuk mengadakan
            hubungan lebih luas dengan orang-orang Papua di Serui. Kontak juga
            dipermudah oleh kehadiran sejumlah orang Indonesia lainnya yang
            menetap di Serui sebelum kehadiran Ratulangi. Kepada orang-orang
            Serui yang ditemui, Ratulangi dan Latumahina menjelaskan tentang
            keadaan yang terjadi di Jakarta dan di berbagai wilayah di Indonesia.
   289   290   291   292   293   294   295   296   297   298   299