Page 98 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 98

BERITA PROKLAMASI KEMERDEKAAN DI INDONESIA






                   teks proklamasi secara meyakinkan. Supaya Aceng bisa percaya dan bangga
                   dengan anaknya yang menyebarkan berita tersebut di radio penjajah.
                         Sakti meyakinkan Dadang, teknisi radio Hyosokyoku, dan Multazam,

                   preman setempat yang anti penjajah, untuk mengambil alih radio
                   Hyosokyoku. Dengan semangat kemerdekaan, mereka bertiga berangkat
                   untuk melakukan pembacaan teks proklamasi di radio tersebut. Namun,
                   setibanya di lokasi, radio sudah diduduki tentara Jepang. Tidak ada jalan

                   lain. Sakti, Dadang, dan Multazam harus mengambil alih paksa radio
                   tersebut.
                         Dengan penuh perjuangan, Sakti, Dadang, dan Multazam berhasil
                   mengendap-endap hingga tiba di ruangan penyiaran. Pintu dalam keadaan

                   terkunci. Merasa paling kuat di antara kedua temannya, Multazam mengambil
                   ancang-ancang untuk mendobrak pintu. Multazam menabrakkan diri ke
                   pintu. Pintu tetap bergeming. Melihat Multazam kesakitan, Dadang bilang,
                   pintu itu, dia yang buat. Kayunya dari kayu jati, jadi dia tahu betul pintu

                   itu tidak mungkin bisa didobrak. Multazam kesal. Ia hendak menyerang
                   Dadang, namun Sakti berhasil menahan. Sakti menyusun rencana untuk
                   mengambil kunci ruangan di salah satu komandan Jepang. Mereka pun
                   berhasil melumpuhkan satu komandan Jepang yang memegang kunci ruang

                   siaran, kunci ruangan pun berhasil didapatkan.
                         Sakti, Dadang, dan Multazam berhasil memasuki ruangan, namun
                   pasukan Jepang mengetahui penyerangan terhadap komandannya. Mereka
                   bertiga hendak melakukan penyiaran berita kemerdekaan, tapi radio rusak.

                   Dadang dan Multazam menyalahkan Sakti, karena sekarang mereka malah
                   terjebak di dalam ruang penyiaran tanpa hasil apa-apa. Sementara pasukan
                   Jepang terus bertambah mencari pelaku penyerangan.
                         Sakti tetap berusaha meyakinkan Dadang dan Multazam supaya

                   menjalankan misinya. Itu kenapa ia mengajak Dadang supaya bisa
                   memperbaiki radio. Namun dengan tekanan pasukan  Jepang di luar



                                                                                        97
   93   94   95   96   97   98   99   100   101   102   103