Page 70 - Konpers Penindakan Obat Tradisional dan Pangan Olahan
P. 70

sepatutnya  sesuai  dengan  pembuktiannya  yang  ada.  Itu  tentu  akan  sangat
               berbahaya kalau dikonsumsi oleh masyarakat,” katanya.

               Menurut  Penny,  temuan  ini  merupakan  hasil  patroli  siber  dari  Maret  sampai
               September. Untuk itu, BPOM juga bekerja sama dengan aparat keamanan terkait,
               termasuk dengan Indonesian E-Commerce Association (IDEA) yang menindaklanjuti
               dengan  tidak  lagi  menghidupkan  (take  down)  tautan  dimaksud.  Sejauh  ini  50.000
               tautan yang sudah kena take-down.

               Penny kemudian menuturkan, penjualan ilegal ini juga tidak akan terjadi kalau tidak
               ada  yang  membeli.  Karena  itu,  dia  mengajak  masyarakat  tidak  mencari  dan  tidak
               membeli produk-produk obat keras ini yang seharusnya memang didapatkan melalui
               resep  dokter atau  dari  fasilitas  pelayanan  kesehatan.  Apalagi yang  terkait  dengan
               pengobatan Covid-19.

               Penny  menegaskan  komitmen  BPOM  untuk  terus  meningkatkan  intensitas
               penegakan hukum. “Penindakan yang dilakukan oleh Kedeputian 4, melalui upaya-
               upaya  penindakan  cyber  crime,  kemudian  juga  upaya  intelijen  dan  upaya
               penindakan yang kami lakukan. Tentu bekerja sama dengan pihak penegak hukum
               lain dari Bareskrim Polri dan pihak-pihak terkait,” ujarnya
               Sementara  itu  Melkiades  Laka  Lena  menyesalkan  bahwa  masih  ada  pihak  yang
               memanfaatkan  situasi  pandemi  untuk  menjual  obat  Covid-19  ilegal.  Untuk  itu,  dia
               meminta BPOM segera memberikan laporan ini kepada aparat penegak hukum agar
               bisa segera ditindaklanjuti dan diproses hukum.

               "Aparat hukum melalui institusi yang memang memiliki kemampuan untuk melacak
               keberadaan dari semua situs penjual obat palsu ini, untuk menindak tegas dengan
               menangkap orang-orang yang misalnya memberikan iklan obat yang palsu ini. Jadi,
               lapor  ke  aparat  hukum  agar  aparat  hukum  bergerak,"  kata  Melki  kemarin.

               Melki  juga  meminta  kepada  pemerintah  dalam  hal  ini  Kementerian  Kesehatan
               (Kemenkes)  dan  juga  BPOM  untuk  secara  rutin  memberikan  penjelasan  terkait
               pengobatan Covid-19, progres temuan obat yang legal serta klarifikasi terkait isu-isu
               kontroversial  seputar  obat  Covid-19.  Dia  menilai  di  tengah  situasi  pandemi  ini
               banyak masyarakat yang takut dan panik.

               "Orang kan lagi takut (tertular) Covid-19, banyak obat Covid-19 yang berkembang di
               masyarakat.  Mungkin  pemerintah,  Kemenkes,  BPOM  memberikan  semacam
               panduan  atau  keterangan  kepada  masyarakat  supaya  masyarakat  juga  paham,"
               pintanya.

               Selain itu, politikus Partai Golkar ini juga meminta kepada masyarakat untuk lebih
               waspada, cerdas, dan rasional dalam membeli obat-obatan. Khususnya, obat yang
               ditengarai  sebagai  obat  Covid-19.  Masyarakat  harus  lebih  memperbarui  informasi
               mengenai  obat  Covid-19  legal  sebagaimana  yang  dijelaskan  lembaga  pemerintah
               yang berwenang melakukan itu.

               Berikutnya  Anggia  Ermarini  juga  mengapresiasi  temuan  tersebut  sebagai  upaya
               BPOM dalam memproteksi kesehatan masyarakat. Namun, pihaknya juga meminta
   65   66   67   68   69   70   71   72   73   74   75