Page 73 - Konpers Penindakan Obat Tradisional dan Pangan Olahan
P. 73

Judul                 : Waspada, Peredaran Obat dan Makanan Ilegal Meningkat
                                       saat Pandemi Covid-19

               Nama Media            : nkriku.com
               Tanggal               : 25 September 2020

               Halaman/URL          : https://nkriku.com/waspada-peredaran-obat-dan-makanan-
                                      ilegal-meningkat-saat-pandemi-covid-19/

               Tipe Media            : Online



                                                            Badan  Pengawas  Obat  dan  Makanan
                                                            (BPOM)  menyebut  peredaran  obat  dan
                                                            makanan       ilegal   meningkat      selama
                                                            pandemi  covid-19.  Masyarakat  diminta
                                                            lebih cermat saat berbelanja.

                                                            BPOM  menemukan  sebanyak  48.000
                                                            iklan penjualan obat, pangan olahan, dan
                                                            kosmetik  tak  berizin  selama  pandemi
               covid-19. Iklan-iklan tersebut dipasang di berbagai platform media sosial.
               “Telah teridentifikasi sekitar 48.000 tautan yang mengedarkan iklan penjualan obat
               dan  makanan  yang  ilegal.  Barang-barang  yang  diiklankan  merupakan  produk
               dilarang,” ujar Kepala BPOM Penny Lukito dalam konferensi pers virtual di Jakarta,
               Jumat (25/9/2020).

               Penny menuturkan, 48.000 iklan obat dan  makanan ilegal ditemukan antara bulan
               Maret hingga September 2020. Dia menyebut penemuan itu naik 100 persen.

               “Berdasarkan  data  yang  kami kumpulkan  dalam semester I  tahun  2020  ini,  sudah
               ada peningkatan sampai 100 persen, jadi hampir dua kalinya dari kejadian dibanding
               tahun lalu,” ucap dia.

               Untuk  mengantisipasi  hal  tersebut,  BPOM  bekerja  sama  dengan  aparat  penegak
               hukum  lainnya  seperti  Polri  dan  Kejaksaan  Agung  untuk  mengungkap  peredaran
               obat dan makanan ilegal. Penemuan 48.000 tautan iklan makanan dan obat ilegal itu
               sudah dilaporkan ke pihak terkait.

               “Hampir  50.000  tautan  itu  sudah  ditindaklanjuti  dan  direkomendasi  take  down.
               Terima kasih kerja samanya dari Indonesian E-Commerce Association (idEA) yang
               selalu bekerja sama menindaklanjuti temuan yang kami dapatkan,” katanya.
   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77   78