Page 74 - Konpers Penindakan Obat Tradisional dan Pangan Olahan
P. 74
Judul : Belanja Online Meningkat, BPOM Amankan Obat dan
Makanan Ilegal Rp 50 Miliar
Nama Media : suara.com
Tanggal : 25 September 2020
Halaman/URL : https://www.suara.com/health/2020/09/25/194345/belanja-
online-meningkat-bpom-amankan-obat-dan-makanan-ilegal-
rp-50-miliar
Tipe Media : Online
Analisa Intelijen Badan Pengawas Obat
dan Makanan (BPOM) menemukan
perubahan pola konsumsi masyarakat
selama Pandemi Covid-19 akibat belanja
online.
Data Badan Pusat Statistik (BPS),
penjualan online sejak April 2020
melonjak hingga 480 persen dari tahun
sebelumnya. Inilah yang memberikan peluang bagi pelaku kejahatan obat dan
makanan untuk memperjualbelikan obat dan makanan ilegal yang tidak memenuh
persyaratan melalui media online.
Berdasarkan hasil kinerja patroli siber Obat dan Makanan yang dilakukan
oleh Badan POM, terjadi peningkatan jumlah tautan atau situs yang teridentifikasi
mengedarkan obat dan makanan ilegal.
Pada tahun 2019, Badan POM berhasil mengidentifikasi 24.573 tautan penjualan
Obat dan Makanan ilegal.
Jumlah ini meningkat hampir 100 persen menjadi 48.058 tautan selama semester
satu 2020.
"Selama kurun waktu Maret hingga September 2020, telah dilakukan operasi
penindakan di 29 provinsi dengan nilai temuan barang bukti sebesar Rp 46,7 miliar
rupiah," ujar Kepala BPOM RI, Penny K. Lukitodalam konferensi pers, Jumat
(25/9/2020).
Adapun khusus operasi pemberantasan penyalahgunaan Obat–Obat Tertentu
(OOT), di waktu yang sama BPOM juga telah melakukan penindakkan di 13 kota,
yakni Jakarta, Medan, Padang, Serang, Semarang, Yogyakarta, Surabaya,
Denpasar, Mataram, Manado, Mamuju, Makassar, dan Palu dengan jumlah barang
bukti sebanyak 1.632.349 butir OOT senilai Rp 4,04 miliar rupiah.
Hingga kini BPOM semakin giat lagi melakukan operasi penindakkan dan penyitaan
terhadap penjualan onat dan makanan melalui penjualan online.

