Page 41 - Majalah POM Edisi IX
P. 41

Kamar Belajar





 Merasakan sakit sungguh   Jangan sekali-kali menggunakan obat   T Keempat     menempel/tertera pada kemasan.
          keras tanpa resep dokter.            Tegur dan Laporkan ke HALOBPOM   Tempat Memperoleh Obat
                                                                                  Di mana kita bisa mendapatkan
 tidak menyenangkan.   Golongan Obat Keras dapat   1500533 jika masyarakat mengetahui   Obat? Obat dapat diperoleh di Sarana
                                               ada sarana kefarmasian atau pihak
          kita kenali dari penandaan
          lingkaran me rah dengan garis        lain yang menjual antimikroba dengan   Pelayanan Kesehatan berizin seperti
 Selain membuat tidak   tepi berwarna hitam, dengan huruf K   bebas tanpa resep dokter.  Apotek dan Rumah Sakit. Bahkan di
          ditengah yang menyentuh garis tepi.                                  era digital ini kita bisa mendapatkan
                                                                               Obat secara daring di Penyedia Sistem
   nyaman,  be  berapa jenis   Hati-hati dengan Antibiotik  Jangan Sembarang Buang Sampah Obat  Elektronik Farmasi (PSEF) berizin
            Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskes-  Efek samping setiap obat berbeda   dengan mengunggah resep asli obat
 rasa sakit bisa sampai   das) Tahun 2013 menunjukkan bahwa   untuk orang/pasien yang berbeda. Karena   ke dalam sistem elektronik. Namun
                                            itu, jangan sekali-kali memberikan saran/
                                                                               tidak semua Obat dapat diperoleh
          sebanyak 35,2% rumah tangga Indonesia
          menyimpan obat untuk tujuan swamedi-  rekomendasi kepada orang lain terkait   di PSEF, Obat keras yang termasuk
   menyebabkan aktivitas   kasi. Obat yang disimpan ini terdiri dari   obat keras yang kita konsumsi walaupun   dalam obat-obat tertentu yang sering
          Antibiotik (27,8%) dan Obat Keras   mungkin gejala yang dirasakan sama. Jika   disalahgunakan, obat yang mengan-
          (35,7%). Sebanyak 47,0% rumah tang-  obat keras yang kita dapatkan dengan   dung prekursor farmasi, obat untuk
   keseharian  terganggu  ga menyimpan obat sisa yang tentu saja   resep dokter tidak habis karena kita   disfungsi ereksi, sediaan injeksi selain
          dapat menyebabkan penggunaan salah   dinyatakan sembuh, buanglah obat   insulin untuk penggunaan sendiri,
          (misused), disalahgunakan, bahkan   tersebut dengan benar. Jangan langsung   sediaan implan yang penggunaannya
          rusak/kedaluwarsa. Bahkan 81,9 %   membuang obat dengan kemasan utuh   memerlukan bantuan tenaga kesehatan,
          rumah tangga menyimpan obat keras   ke sampah rumah tangga. Keluarkan   obat yang termasuk dalam golongan
                                                                               Narkotika dan Psikotropika dilarang
                                            obat dari kemasan aslinya. Jika dalam
          dan 86,1% menyimpan antibiotik yang
 Tidak Perlu “Alergi” Minum Obat  diperoleh tanpa resep.  bentuk padat hancurkan dahulu, lalu   diedarkan secara daring. Hal ini diatur
                                            campur dengan ampas kopi/tanah. Obat
                                                                               dalam Peraturan Badan Pengawas
            Antibiotik merupakan obat yang
                                                                               Obat dan Makanan Nomor 8 Tahun
          termasuk dalam golongan obat keras,
                                            dalam bentuk cair diencerkan dengan
                                            saluran air. Wadah bekas obat dan
                                                                               Makanan yang Diedarkan Secara Daring
          dapat menimbulkan masalah baru yaitu
 Ini Panduan Mengenali Obat yang Kita Konsumsi  yang jika digunakan tanpa resep dokter   air dan buang campuran cairan ke   2020 tentang Pengawasan Obat dan
                                            campuran obat dapat dibuang ke
                                                                               sebagaimana diubah dengan Peraturan
          resistensi antimikroba. Resistensi anti-
          mikroba adalah berkurangnya kemam-  tempat sampah. Namun ingat, pastikan   Badan Pengawas Obat dan Makanan
 (Oleh: Silma Awalia)  puan antimikroba untuk membunuh atau   tidak ada informasi pribadi yang masih   Nomor 32 Tahun 2020.1
          menghambat perkembangan mikroba
 engonsumsi obat, baik   untuk membantu meredakan sakit seka-  untuk mengobati sakit dengan gejala   seperti bakteri, jamur, dan parasit penye-
 yang diresepkan dokter   ligus mempercepat proses penyembuhan,   ringan.   bab penyakit. Jika sudah terjadi resistensi   alam proses perolehan obat   agar tujuan pengobatan tercapai.
 atau beli sendiri di apo-  selama dikonsumsi sesuai dosis anjuran   Golongan Obat Bebas Terbatas dapat   antimikroba, penyembuhan penyakit   kita bisa mendapatkan in-  Obat ini berapa dosisnya?
 tek, menjadi solusi praktis   dan aturan minumnya masing-masing.   juga digunakan untuk mengobati sakit tan-  membutuhkan dosis yang lebih tinggi   formasi lengkap terkait Obat
 Myang diambil kebanya-  pa resep dokter. Obat bebas terbatas   atau antimikroba baru. Hal ini tentu saja  Ddengan berkonsultasi den-  Gunakan obat sesuai dosis yang telah
 kan orang untuk mengatasi rasa sakit yang   Golongan Obat  ditandai dengan lingkaran   membebani pasien karena biaya obat   gan Apoteker. Ingat! Tanya Obat,   ditetapkan, ingat segala sesuatu itu
 diderita. Akan tetapi, masih ada orang-orang   Mengonsumsi obat dengan dosis yang   biru dengan garis tepi hitam   jauh lebih mahal bisa meningkatkan   Tanya Apoteker. Tanyakan minimal   adalah racun, namun dosis yang men-
 yang menganggap kalau mengonsumsi   tidak tepat dan sesuai aturan, tentu saja   dan dalam penandaannya   resiko kematian pada lansia, anak-anak   5-O ketika kita mendapatkan obat   jadikannya obat.
 obat-obatan itu berbahaya. Katanya, obat-  bisa menimbulkan masalah kesehatan   diberi tanda peringatan un-  ataupun pasien dengan gangguan sistem   yaitu
 obatan terbuat dari zat kimia beracun. Suatu   baru. Karena itulah kita perlu mengetahui   tuk aturan pakai obat, karena   imun karena penyakit akan lebih sulit   Obat ini apa efek sampingnya?
 keyakinan yang kemudian membuat mereka   dan memahami golongan obat, sebagai   hanya dapat digunakan dengan takaran   untuk diobati.   Obat ini apa nama dan kandungan-  Dengan mengetahui efek samping
 memilih “alergi” minum obat.   salah satu cara agar obat yang dikonsumsi   dan kemasan tertentu.   Kita sebenarnya dapat melawan resis-  nya?  yang mungkin timbul dari obat yang
 Jika mau mengutip teori pakar, yakni Ba-  tidak berbalik membahayakan kesehatan   Dalam proses swamedikasi, kita tidak   tensi antimikroba dengan 4T yaitu:  Beberapa obat memiliki khasiat dan   dikonsumsi kita dapat berjaga-jaga
 pak Toksikologi Modern Paracelsus, bahwa,   tubuh. Mengenali golongan obat juga   boleh menggunakan obat keras. Obat jenis   T Pertama   zat aktif yang sama namun memiliki   seperti beberapa obat dapat menye-
 “Semua zat adalah racun; tidak ada yang   dapat memudahkan kita melakukan swa-  ini hanya boleh didapatkan dengan resep   Untuk masyarakat “Tidak membeli   nama dagang yang berbeda.  babkan kantuk sehingga kita dapat
 bukan racun. Namun, dosis yang tepatlah   medikasi atau pengobatan sendiri tanpa   dokter. Artinya, kita telah melakukan   antimikroba tanpa resep dokter”  menghindari menyetir. Jika efek sam-
 yang membedakan racun dari obat”. Sedang-  melalui pemeriksaan dan diagnosis dokter.   konsultasi dan dokter telah memberikan   Untuk tenaga kesehatan “Tidak   Obat ini apa khasiat/kandungannya?   ping yang tidak diharapkan dirasakan
 kan Obat menurut Undang-Undang (UU)    Obat yang dapat kita konsumsi tanpa   diagnosisnya. Swamedikasi yang tidak   menyerahkan/memperjualbelikan   Masyarakat diharapkan dapat mema-  ketika mengonsumsi obat hentikan
 Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan,   resep dokter adalah Obat Bebas dan Obat   tepat dapat membuat proses pengobatan   antimikroba secara bebas tanpa resep   hami khasiat dari obat yang dikonsumsi.  penggunaan obat dan lapor/konsul-
 yaitu bahan atau paduan bahan, termasuk   Bebas Terbatas yang dapat diperoleh   menjadi tidak efektif, tidak aman, dan ti-  dokter.  tasikan dengan dokter atau apoteker
 produk biologi yang digunakan untuk   di sarana pelayanan kesehatan berizin.   dak ekonomis. Jika kita merasakan sakit   T Kedua  Obat ini bagaimana cara menggu-  pada fasilitas kesehatan terdekat.
 i
 memengaruhi atau menyelidiki sistem fis   -  Golongan Obat Bebas dapat   dengan gejala sedang-berat? Tetap kon-  Teruskan meminum antimikroba yang   nakannya?   Dengan mengenali obat yang
 o  logi atau keadaan patologi dalam rangka   de ngan mudah kita kenali   sultasikan ke dokter untuk mendapatkan   diresepkan sampai habis walau gejala   Pastikan mengonsumsi obat sesuai   dikonsumsi, tidak perlu lagi “alergi”
 penetapan diagnosis, pencegahan, penyem-  dari penandaan pada kema-  diagnosis dan peresepan yang rasional.   sakit sudah hilang.   yang tertera pada kemasan dengan   minum obat. Jangan ragu untuk berta-
 buhan, pemulihan, peningkatan kesehatan   san berupa lingkaran hijau   Konsultasikan ke Apoteker untuk   T Ketiga  jeda dan waktu konsumsi yang sama   nya kepada Apoteker!
 dan kontrasepsi, untuk manusia.  Artinya,   dengan garis tepi berwarna   obat-obat yang didapatkan sehingga kita   Tidak membuang antimikroba yang
 obat-obatan aman dikonsumsi dan baik   hitam. Obat bebas digunakan   memperoleh informasi yang lengkap.   rusak atau sisa sembarangan.

 38
   38                                                                                                            39
                                                                                                                39


 V ol.3/No.3/2021                                                                        V ol. 3/No. 3/2021
 Vol.3/No.3/2021
                                                                                         Vol. 3/No. 3/2021
   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46