Page 619 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 619
meletakkan tradisi sastra Islam ke dalam tersebut ditulis dengan huruf Pallawa untuk mengajar bahasa Sanskerta dan halnya kerajaan Sriwijaya, tapi juga
konteks budaya dan masyarakat Asia dalam bahasa Melayu Lama, yakni agama Budha, di samping dalam dunia memfasilitasinya untuk berkembang
Tenggara. Aspek berikutnya adalah prasasti Kedukan Bukit (605 Çaka atau sosial, politik dan perdagangan. Bahasa secara lebih luas, baik dalam pengertian
tulisan yang berfungsi sebagai sarana 683 M) berisi piagam pembentukan inilah yang menjadi cikal-bakal bahasa geografis maupun kebahasaan. Hal
ekspresi bahasa dan sastra Melayu, kerajaan Sriwijaya, prasasti Talang Melayu. 2 terakhir ini berlangsung sejalan dengan
yakni tulisan Jawi. Tuwo (606 Çaka atau 684 M), berisi posisinya sebagai pusat perdagangan
segala tanaman dan bebuahan untuk Momentum perkembangan bahasa internasional, di mana banyak
Tiga pilar kebudayaan Islam Asia kesejahteraan rakyat, dan prasasti Kota Melayu menjadi lingua franca bermula pedagang dari berbagai negara datang
Tenggara ini—bahasa, sastra dan tulisan Kapur di pulau Bangka (606 Çaka), yang di kerajaan Samudra Pasai pada abad dan melakukan transaksi ekonomi
Jawi—menjadi satu kesatuan yang berisi sumpah-serapah bagi mereka yang ke-13. Perlu dijelaskan bahwa Samudra di lingkungan kerajaan. Di samping
tidak bisa dipisahkan satu sama lain. tidak tunduk pada penguasa kerajaan Pasai adalah salah satuk kerajaan Islam pedagang dari Cina dan India, Samudra
Ketiganya tidak bisa dilihat terpisah Sriwijaya. awal di Nusantara. Tanggal tahun di Pasai juga menerima kedatangan para
dari fungsinya sebagai bahasa, sastra batu nisan Malik al-Saleh, 1297, diterima pedagang dari dunia Muslim di Timur
dan aksara Islam. Seperti bisa dilihat Khusus terkait Sriwijaya, kemunculan kalangan ahli sejarah sebagai waktu Tengah, khususnya Arab dan Persia.
dari kitab-kitab yang beredar, bahasa bahasa Melayu berlangsung sejalan berdirinya Samudra Pasai menjadi Dalam kondisi demikian, di mana
Melayu dan tulisan Jawi menjadi media dengan peran penting kerajaan tersebut sebuah kerajaan Islam. Ini selanjutnya kontak dengan para pedagang dari
ekspresi Islam di Asia Tenggara. Proses dalam arus perdagangan laut di Asia diperkuat sumber lokal yang ada, berbagai negara berlagsung intensif,
Islamisasi di wilayah tersebut dalam Tenggara, tepatnya rute perdagngan Hikayat Raja-Raja Pasai—satu teks klasik bahasa Melayu mengalami proses
beberapa hal bermakna penggunaan antara India dan Cina. Dalam kondisi Melayu tentang kerajaan tersebut— pengayaan dengan menerima kosakata
bahasa Melayu, perkembangan produksi demikian, bahasa Melayu tumbuh yang mencatat bahwa Malik al-Saleh baru yang sebagian besar berasal dari
karya-karya sastra, serta tersebarnya menjadi bahasa perantara perdagangan adalah raja Muslim pertama kerajaan bahasa Arab-Islam. Masuknya unsur-
pemakaian aksara Jawi dalam kehidupan di kota-kota pelabuhan, yang tersebar Samudra Pasai. Lebih jauh teks tersebut unsur bahasa asing tersebut pada
masyarakat Muslim. di sepanjang wilayah kepulauan. Sejak menuturkan bahwa Merah Silu—nama akhirnya telah memperkenalkan konsep-
itu bahasa Melayu menjadi lingua pra-Islam Malik al-Saleh—membangun konsep baru dalam bahasa Melayu,
franca satu-satunya di antara penduduk sebuah istana di satu wilayah di seperti konsep yang berhubungan
1
Awal Perkembangan Awal Nusantara dan orang asing. Hal ini Sumatera, Pasai. Dia tidak lama setelah dengan agama, filsafat, sistem sosial
Bahasa Melayu selanjutnya diperkuat catatan seorang berkuasa segara masuk Islam dan yang baru. 3
musafir Cina, I-tsing, yang pada akhir bergelar Sultan Malik al-Saleh.
Bukti-bukti arkeologis menunjukkan abad ke-7 tinggal selama bertahun- Dalam hal ini, Prasasti di Munye Tujoh
bahwa bahasa Melayu telah mulai tahun di Sriwijaya untuk belajar bahasa Terkait dengan bahasa Melayu, hal di Pasai bisa menjadi ilustrasi menarik.
digunakan sebagai bahasa resmi Sanskerta dan menerjemahkan teks- penting untuk ditegaskan di sini adalah Prasasti tersebut adalah batu nisan
kerajaan pada abad ke-7. Sejumlah teks agama Budha ke dalam bahasa bahwa kerajaan Samudra Pasai tidak seorang putri bertanggal Jum’at 14
prasasti peninggalan dari periode itu Cina. I-tsing mencatat istiah Kw’un- hanya mewarisi bahasa Melayu sebagai Dzulhijjah 791 H atau 1389 M, berbunyi
membuktikan hal demikian. Prasasti Lun, bahasa anak negeri yang dipakai bahasa resmi istana, sebagaimana sebagai berikut:
606 Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik 607

