Page 85 - 13.PENERAPAN TEORI BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN ..
P. 85

Penutup




                   Para penganut teori belajar kognitif (cognitive science) lebih fokus pada proses
                   mengaitkan pengalaman baru dengan pengetahuan yang sudah dimiliki sebelumnya.

                   Piaget menyatakan bahwa asimilasi akan terjadi jika pengetahuan baru sesuai dengan
                   struktur kognitif yang ada. Jelas sekali bahwa proses asimilasi melibatkan
                   penggunaan struktur atau skema untuk  menginterpretasi data. Karena itu,

                   pengetahuan baru terbangun di saat siswa berusaha untuk mengorganisasikan
                   pengalamannya sesuai dengan struktur kognitif yang ada. Sejalan dengan itu, Ausubel

                   menginginkan proses pembelajaran di  kelas-kelas matematika adalah suatu
                   pembelajaran yang bermakna (meaningful learning); yaitu suatu pembelajaran

                   dimana pengetahuan atau pengalaman baru dapat terkait dengan pengetahuan lama.
                   Sampai di sini, Ausubel juga menunjukkan pentingnya pengetahuan lama yang sudah
                   dimiliki siswa. Itulah sebabnya Ausubel sebagaimana dikutip Orton (1987:34)

                   menyatakan bahwa salah satu faktor utama keberhasilan pembelajaran matematika
                   adalah dengan pemanfaatan pengetahuan yang sudah dimiliki siswa.


                   Implikasinya adalah, para guru matematika harus mendasarkan pembelajarannya pada
                   pengetahuan yang sudah dipelajari atau sudah dialami siswa, lalu mengembangkan

                   pembelajarannya agar terjadi pembelajaran bermakna (dalam istilah Ausubel) atau
                   pengetahuan yang baru dapat diasimilasi dengan pengetahuan yang ada pada struktur

                   kognitif (dalam istilah Piaget). Karena itu, pembelajaran matematika sudah
                   seharusnya dimulai dari hal-hal yang sudah diketahui siswa, mudah, sederhana, dan
                   dimulai dari kasus-kasus khusus. Itulah sebabnya Bruner juga mengemukakan bahwa

                   proses pembelajaran matematika melalui tahap penggunaan: (1) benda “konkret” atau
                   “nyata” yang dapat diamati dengan menggunakan panca indera, (2) benda semi

                   konkret berupa gambar atau diagram sebagai perwujudan dari kegiatan yang
                   menggunakan benda konkret atau nyata tadi, dan (3) simbol-simbol abstrak sebagai
                   perwujudan pengetahuan yang baru didapat.



                    B.  Penilaian

                   Selesaikan tes akhir berikut ini.

                   1.  Pilih salah satu topik, kompetensi dasar,  indikator, atau bagian dari indikator.

                       Lalu beri minimal satu contoh dan jelaskan mengapa Anda mengkategorikannya
                       sebagai:




            66
   80   81   82   83   84   85   86   87   88   89   90