Page 84 - 13.PENERAPAN TEORI BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN ..
P. 84

PENUTUP






                    A.  Rangkuman


                   Permasalahan pembelajaran matematika adalah mata pelajaran  ini sering dianggap
                   sebagai mata pelajaran yang sulit oleh sebagian siswa. Ada juga sebagian siswa yang

                   memiliki anggapan atau keyakinan (belief) bahwa dirinya tidak berbakat matematika
                   sehingga ia tidak akan pernah berhasil mempelajari matematika. Tentunya, anggapan

                   seperti itu cukup mengkhawatirkan terutama jika anggapan itu dinyatakan oleh para

                   siswa SD/MI karena keyakinan tersebut akan terus dibawanya ke jenjang pendidikan
                   di atasnya. Padahal Matematika sangat penting untuk masa depan setiap siswa,

                   sehingga selama proses pembelajaran Matematika, mereka harus difasilitasi untuk
                   belajar bernalar dan memecahkan masalah. Keyakinan siswa bahwa dirinya tidak

                   berbakat matematika seperti itu akan muncul jika mereka selalu tidak berhasil

                   mempelajari matematika. Karenanya, masalah ini harus dipecahkan para guru. Guru
                   dapat mengandalkan pada pengalamannya sendiri, namun akan lebih efektif apabila

                   didukung teori belajar (learning theory) yang dikembangkan para pakar.


                   Dikenal dua teori belajar, yaitu teori belajar tingkah laku dan teori belajar kognitif.

                   Para penganut teori belajar tingkah laku berpendapat bahwa semakin sering hubungan
                   (bond) antara rangsangan dan balasan terjadi, maka akan semakin kuatlah hubungan

                   keduanya (law of exercise). Mereka juga berpendapat bahwa batu saja akan berlubang
                   jika ditetesi air terus menerus. Pendapat ini sebetulnya masih dapat digunakan jika

                   siswa sudah memahami konsepnya. Gagne, mengklasifikasi objek langsung
                   matematika menjadi fakta, konsep, prinsip (keterkaitan antar konsep), dan

                   keterampilan (skill). Fokus untuk setiap objek tersebut akan berbeda-beda sehingga

                   pembelajarannya akan berbeda-beda  pula. Gagne juga menunjukkan pentingnya
                   hirarki belajar untuk menentukan dan menggunakan  pengetahuan prasyarat yang

                   harus dikuasai siswa.





                                                                                                          65
   79   80   81   82   83   84   85   86   87   88   89