Page 159 - OPERASIONAL
P. 159
Lampiran 1 : GUIDELINE PENGISIAN PPI.
Berikut adalah petunjuk pengisian PPI berdasarkan 10 pertanyaan:
1. Berapa Jumlah anggota rumah tangga?
Anggota rumah tangga adalah semua yang tinggal dan masak bersama (berbagi makanan)
dalam enam bulan terakhir, termasuk didalamnya adalah
Kepala rumah tangga ‐ Istri/suami (pasangannya) dari kepala rumah tangga
Anak-anaknya, mencakup anak kandung, anak tiri, dan anak angkat kepala rumah
tangga
Pasangannya dan anak-anaknya
Menantu, yaitu suami/istri dari anak kandung, anak tiri, atau anak angkat
Cucu, yaitu anak dari anak kandung, anak tiri, atau anak angkat
Orang tua/mertua, yaitu bapak/ibu dari kepala rumah tangga atau bapak/ibu dari
istri/suami kepala rumah tangga
Famili lain, yaitu mereka yang ada hubungan famili dengan kepala keluarga atau
istri/suami dari kepala keluarga, misalnya adik, kakak, bibi, paman, kakek atau nenek.
Pembantu, sopir, tukang kebun yaitu orang yeng bekerja sebagai
pembantu/sopir/tukang kebun yang menginap di rumah tangga tersebut dengan
menerima gaji/upah berupa uang atau barang.
Lainnya, yaitu orang yang tidak ada hubungan famili dengan kepala keluarga atau
istri/suami dari kepala keluarga yang berada di rumah tangga tersebut lebih dari 6
bulan, seperti tamu, teman, termasuk anak pembantu yang juga tinggal dan makan di
rumah tangga tersebut.
Setelah semua selesa dicatat, bacakan kembali nama-nama tersebut kemudian
ajukan lagi pertanyaan untuk memastikan tidak ada nama yang terlupakan.
Orang yang dianggap anggota rumah tangga karena bisanya tinggal di rumah
tangga tersebut tetapi sedang bepergian selama 6 bulan atau lebih tidak perlu
dimasukkan ke jumlah anggota keluarga.
2. Apakah semua anggota rumah tangga yang berusia 6-18 tahun masih bersekolah?
Masih bersekolah adalah mereka yang terdaftar dan aktif mengikuti pendidikan baik di suatu
jenjang pendidikan formal atau non formal (Paket A/B/C), yang berada dibawah pengawasan
Kemdiknas, Kementrian Agama, Instansi Negeri atau swasta lainnya.
Bagi mahasiswa yang sedang cuti dianggap masih bersekolah.
Pendidikan formal terdiri dari:
1. Jenjang pendidikan dasarmeliputi Sekolah Dasar (SD) termasuk SD kecil/pamong
(pendidikan anak oleh masyarakat, orang tua, dan guru), Sekolah Luar Biasa (SLB)
tingkat dasar, Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan
2. Sekolah Menengah Pertama (SMP) umum/kejuruan (termasuk SMP terbuka, SMEP,
ST, SKKP), dan Madrasah Tsanawiyah (MTs).
3. Jenjang pendidikan menengah meliputi Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah
Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (antara lain SMEA,STM, SMIP, SPG, SGA,
termasuk sekolah kejuruan yang dikelola oleh kementrian selain Kemdiknas).
4. Jenjang pendidikan tinggi meliputi:
Program gelar adalah program yang memberikan tekanan pada pembentukan keahlian
akademik, yaitu keahlian yang berkaitan dengan penelitian dan pengembangan,
peningkatan/penerapan konsep, dan metode operasional dalam suatu bidang ilmu,
teknologi, atau seni yang dikelola oleh suatu perguruan tinggi, mencakup pendidikan
sarjana muda, pendidikan sarjana/strata I (S1), pendidikan pasca sarjana/strata II (S2),
dan pendidikan doktor/strataIII (S3).
Program non-gelar adalah program yang memberikan tekanan pada pembentukan
keahlian profesional, seperti keahlian yang menekankan pada ketrampilan dan
penerapan suatu bidang ilmu pengetahuan, teknologi atau seni dalam pekerjaan.
SOP Operasional 2017
158

