Page 161 - OPERASIONAL
P. 161
Paket A/B/C merupakan pendidikan kesetaraan dengan tujuan memperluas akses
pendidikan dasar sembilan tahun melalui program Paket A dan Paket B serta
pendidikan menengah melalui program Paket C.
4. Apa status pekerjaan utama dari kepala rumah tangga laki-laki/suami di minggu
terakhir?
Kepala rumah tangga laki-laki/suami didefinisikan sebagai:
Kepala rumah tangga, jika kepala rumah tangga tersebut seorang pria
Suami hidup dari kepala rumah tangga, jika kepala rumah tangganya adalah seorang
wanita
Tidak ada, jika tidak ada satu pilihanpun yang terpenuhi dari kedua kriteria diatas (PPI
Q4, pilihan A)
Kata kuncinya adalah kepala rumah tangga laki-laki, yang artinya tidak selalu suami dari
anggota, jadi pertanyaan yang diajukan kepada anggota adalah siapa kepala rumah tangga di
rumah ini, kemudian apa pekerjaannya di minggu terakhir?
Pekerja keluarga atau tidak dibayar (PPI Q4, pilihan B) adalah seorang laki-laki yang
bekerja membantu anggota rumah tangga lain/orang lain yang berusaha dengan tidak
mendapatkan upah/gaji, baik berupa uang maupun barang. Pekerja tidak dibayar tersebut
antara lain adalah: suami yang membantu istrinya kerja di sawah
Pekerja bebas (PPI Q4, pilihan C): bekerja pada orang lain/majikan/institusi yang tidak tetap,
yaitu lebih dari satu majikan dalam sebulan terakhir di usaha rumah tangga maupun bukan
usaha rumah tangga atas dasar balas jasa dengan menerima upah atau imbalan baik berupa
uang maupun barang, dan baik dengan sistem pembayaran harian maupun borongan.
Seorang laki-laki sebagai buruh yang tidak mempunyai majikan tetap, tidak digolongkan
sebagai buruh/karyawan/ pegawai tetapi sebagai pekerja bebas.
Contoh:
Seorang laki-laki yang bekerja sebagai buruh panen padi, buruh cangkul
sawah/ladang, buruh penyadap karet, buruh panen udang dari tambak, buruh pemetik
kopi, kelapa, cengkeh, dan sebagainya.
Seorang laki-laki yang bekerja sebagai kuli angkut di pasar, stasiun atau tempat
lainnya yang tidak mempunyai majikan tetap, calo penumpang angkutan umum,
tukang cuci keliling, pemulung, kuli bangunan, tukang parkir bebas, dan sebagainya.
Berusaha sendiri (PPI Q4, pilihan D): bekerja atau berusaha dengan menanggung risiko
secara ekonomis, yang ditandai dengan tidak kembalinya ongkos produksi yang telah
dikeluarkan dalam rangka usahanya tersebut, serta tidak menggunakan pekerja dibayar
maupun pekerja tak dibayar. Termasuk yang sifatnya memerlukan teknologi atau keahlian
khusus.
Contoh:
Sopir lepas (tidak mendapat gaji) dengan sistim setoran, tukang becak, tukang kayu,
tukang batu, tukang listrik, tukang pijat, tukang gali sumur, agen koran, tukang ojek,
pedagang yang berusaha sendiri, dokter/bidan/dukun bersalin yang buka praktek sendiri,
calo tiket, calo tanah/rumah dan sebagainya.
Berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar (PPI Q4, pilihan D):bekerja atau
berusaha atas risiko sendiri, dan menggunakan buruh/karyawan/pegawai tak dibayar
dan/atau buruh/karyawan/ pegawai tidak tetap.
Buruh/karyawan/pegawai (PPI Q4, pilihan E): bekerja pada orang lain atau
instansi/kantor/perusahaan secara tetap dengan menerima upah/gaji baik berupa uang
maupun barang. Pria dianggap memiliki majikan tetap jika memiliki satu majikan (orang/rumah
tangga) yang sama dalam sebulan terakhir, khusus pada sektor bangunan batasannya tiga
bulan. Apabila majikannya adalah instansi/lembaga, boleh lebih dari satu.
SOP Operasional 2017
160

