Page 115 - Buku IPS - Sekolah Penggerak
P. 115

2.  Tindakan Rasional Nilai

                       Tindakan rasional nilai merupakan tindakan yang dilakukan berdasarkan
                       pertimbangan nilai seperti etika, estetika, moral, dan religi. Tindakan
                       ini tetap dipahami sebagai tindakan rasional karena dilakukan dengan
                       kesadaran. Bedanya, dasar dari tindakan ini adalah nilai-nilai yang
                       di            C~w      jewiž

                       ini misalnya berderma. Derma dari sisi ekonomis dipandang sebagai
                       tindakan yang tidak menguntungkan. Namun tindakan ini bukan
                       berangkat dari perhitungan untung rugi. Tetapi tindakan ini dilakukan
                       bešdažaš wipai-wipai Âawg diÂamiwi —epam«wÂa ¦ew¦awg meÀajibaw žežava

                       manusia untuk berbagi.

                   3.  Tindakan Afektif
                       Tiwdamaw ž~žiap iwi dipam«maw pebih bešdažašmaw fam¦~š ev~ži/—ešažaaw,
                       seperti cinta, bahagia, marah, sedih, empati, simpati, kasihan dan

                       sebagainya. Tindakan ini digerakkan oleh perasaan atau emosi dalam
                       vešež—~w ¦iwdamaw ž~žiap paiwwÂa ¦aw—a šeÎemži žecaša žadaš. Tiwdamaw

                       ini tidak rasional dan spontan dilakukan sebagai reaksi emosional dari
                       iwdi¿id«. C~w¦~h ¦iwdamaw afem¦if adapah mebahagiaaw že~šawg ib« a¦až

                       kelahiran putranya yang sehat dan selamat meski merasakan kesakitan
                       setelah melahirkan.
                   4.  Tindakan Tradisional

                       Tiwdamaw ž~žiap jewiž iwi dipam«maw mašewa ž«dah vewjadi mebiažaaw a¦a«
                       lazim dilakukan.  Seseorang melakukan tindakan tertentu disebabkan

                       oleh kebiasaan yang diwariskan dari generasi pendahulunya. Tindakan
                       ževacav iwi ¦idam dibawg«w dewgaw šeÎemži žadaš. Ošawg vepam«mawwÂa

                       tanpa mempertanyakan mengapa tindakan tersebut perlu dilakukan.
                       Da—a¦mah mapiaw vewcaši c~w¦~hwÂa?


                      Keempat tipe tindakan tersebut membantu kita dalam menganalisis
                               da—a  diidew¦iÍmaži
                     —ewafžiš    vewgg~p~wg          Âawg
                         Ti—~p~g      vew  ž«vbawgaw




                                                                         TEMA 02: SOSIOLOGI  105
   110   111   112   113   114   115   116   117   118   119   120