Page 13 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 13
Untuk Sesuatu yang Biasa
Kausebut Cinta
Oleh: Eko Prasetyo
Pemimpin Redaksi MediaGuru
U
dara dingin tetiba begitu menusuk. Siang ini langit
seharusnya tidak segelap ini. Awan bergulung‐
gulung, menarik ketakutanku. Padahal, sejak pagi
belum satu pun penumpang kudapat.
Ojek daring yang kutekuni sejak sebulan di darurat
korona ini belum mampu memberikan ketenangan.
Setidaknya untuk membuat dapurku tetap mengepul.
Terbayang hujan lebat yang akan mengguyur kota ini.
Terbayang pula wajah istri dan anakku yang menanti
kedatanganku, menanti apa yang bisa kubawakan untuk
mereka hari ini. Namun, hingga detik ini belum ada rupiah
yang masuk ke kantong ini.
Dalam dingin yang mendekap tulang‐tulangku ini, aku
terdiam. Ingatanku terlempar pada kejadian beberapa bulan
sebelumnya. Tatkala surat pemutusan hubungan kerja itu
diberikan kepadaku.
Sudah 16 tahun aku bekerja di sana. Terakhir karirku
lumayan baik, dipercaya sebagai manajer.
Namun, pandemi ini benar‐benar menjadi pukulan telak.
Tak terkecuali perusahaan tempat aku bekerja selama ini.
Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 1

