Page 15 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 15

Entah  berapa  jam  aku  menanti  di  tempat  ini.  Tak  ada
              order penumpang. Bahkan, pesanan layanan antar makanan
              pun tak masuk di aplikasi ojek daring ini.
                  Tapi,  aku  harus  bergegas  pulang.  Apalagi  belum  ada
              asupan makanan sejak pagi hingga sekarang.
                                          ***
                  Di  depan  pintu,  sudah  berdiri  istriku.  Dia  menyambut
              dengan  senyuman.  Selalu  begitu,  seperti  itu.  Betapa
              teduhnya perasaan ini.
                  Kukatakan yang sebenarnya saja. Bahwa belum ada uang
              yang dapat kubawa sebagai hasil dari seharian ini. Tapi, lagi‐
              lagi  kalimat  istriku  menyapu  kerisauan  yang  sejak  tadi
              memenuhi ruang pikiranku.
                  ”Mas,  jangan  kaupikirkan  besok  kita  makan  apa  hanya
              karena situasi ini. Aku akan selalu membersamaimu apa pun
              yang  akan  terjadi,  bahkan  meski  jika  kita  harus  berpuasa
              berhari‐hari setelah PHK dan situasi sulit ini terjadi," ucapmu.

                  Bagaimana  bisa  aku  sebagai  lelaki  tidak  runtuh  hatinya.
              Maka,  seketika  ingin  aku  berpaling  darimu,  menuju  dapur
              sempit itu, dan menghamburkan air mata sejadi‐jadinya.
                  Di usia yang tak lagi muda ini, tentu bukan perkara mudah
              bagiku untuk melamar kerja kembali. Mencari yang lebih baik
              daripada  saat  ini.  Segalanya  menjadi  tidak  pasti  pasca
              diresmikannya UU Cipta Kerja ini.
                  Istriku  tersayang,  besok  mungkin  hari  terakhir  kita  bisa
              membeli sabun, minyak goreng, dan sekadar garam agar nasi
              yang kaumasak memiliki teman yang layak untuk kita santap
              bersama si kecil.




                                   Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 3
   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20