Page 19 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 19

Keikhlasan Cinta

                                 Oleh: Yesi Arisanti


                “Sungguh, hanya hujan yang kunanti. Sebab, hanya ia yang
               mampu menyamarkan tetesan air mataku dari kesedihan ini.”
                                    (POPBELA.com)
                                          ***

              S
                    iang  ini  langit  mendung,  matahari  telah  sedari  tadi
                    menyembunyikan  diri  di  balik  hitamnya  awan  tebal.
                    Sekalipun  begitu,  hujan  tak  turun  menyiram  bumi.
              Angin  bertiup  sepoi‐sepoi.  Sejuk  terasa  seperti  perasaanku
              kepada Aditya, lelaki yang telah mengaduk‐aduk perasaanku.
                  Hubungan  yang  telah  kami  jalin  sejak  duduk  di  bangku
              SMA  tidak  saja  berjalan  mulus.  Banyak  onak  dan  duri  yang
              menghalangi.  Tapi,  kokohnya  cinta  dan  sayang  Aditya
              kepadaku,  mengalahkan  segalanya.  Sepuluh  tahun  bukan
              waktu yang singkat menapaki hubungan ini.
                  Hari ini aku ulang tahun. Seperti biasa kami hanya makan
              di sebuah kafe. Tiba‐tiba, Aditya mengeluarkan sebuah kotak.
                   “Uki,  aku  ingin  menjagamu  hingga  halal  bagiku
              menyentuhmu. Aku ingin kau menjadi perhiasan terindahku.
              Bersama  menuju  surga,  menggapai  rida‐Nya.  Malam  ini
              dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, jadilah pendamping
              hidupku,”  ujar  Aditya  sambil  menyerahkan  cincin  ke
              hadapanku.
                  Mataku  berkaca‐kaca.  Tak  tahu  harus  bicara  apa.
              Langsung saja aku mengangguk. Air mata sudah menganak di


                                   Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 7
   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24