Page 20 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 20

sudut netraku. Tak percaya kejutan yang diberikannya. Sambil
             tersenyum Aditya memasangkan cincin di jari manisku. Kami
             sama‐sama tersenyum penuh cinta.
                 Malam  dengan  udara  sejuk.  Bintang‐bintang  bekerlip
             genit  di  langit.  Malam  yang  sangat  cerah.  Banyak  bintang
             bertebaran,  sangat  indah.  Dan  angin  seperti  membawa
             serbuk‐serbuk  kebahagiaan.  Ya,  malam  ini  Aditya  dan
             keluarganya datang melamarku. Hari pernikahan kami sudah
             ditetapkan.  Insyaallah,  dua  bulan  lagi  aku  akan  menjadi
             Nyonya  Aditya.  Dokter  muda  yang  ramah,  disenangi  semua
             orang.
                 Akhir‐akhir  ini  Aditya  sangat  sibuk.  Dia  ditugaskan
             menjadi  dokter  penanganan  tim  covid‐19.  Pandemi  yang
             melanda  dunia.  Aku  memaklumi  kesibukannya.  Aku  selalu
             berpesan, jaga diri baik‐baik. Menolong orang lain itu wajib,
             menjaga keselamatan diri tetap diutamakan.
                 Persiapan  pernikahan  aku  yang  mengurusnya.  Aditya

             menyerahkan  sepenuhnya  kepadaku.  Kami  berhubungan
             hanya melalui telepon saja.
                 Udara malam sangat dingin. Langit tak secerah kemarin.
             Bintang dan bulan bersembunyi di balik awan hitam. Mereka
             tampaknya  tak  ingin  melihatku  bersedih.  Berita  yang
             kudengar  pagi  tagi  membuatku  terhenyak.  Calon  imamku
             terjangkit  covid‐19.  Virus  yang  sampai  sekarang  belum  ada
             obatnya.
                 Aditya hanya berpesan, “Jaga diri baik‐baik. Korona ada
             di mana‐mana. Tolong patuhi protokol kesehatan. Aku sangat
             mencintaimu.”




             8 | 80 Cerpenis MediaGuru
   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25