Page 25 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 25

hidup  bersama  Renata,  membuat  pintu  harapanku  kembali
              terbuka lebar.
                                          ***
                  Semusim  telah  kulewati  berteman  kesendirian.  Pagi  ini
              tiba‐tiba Mila, sahabatku juga sahabat Reyhan, mengabariku.
              Ia mengetahui keberadaan Reyhan.
                  "Ken,  jadi  selama  ini  Reyhan  bekerja  di  Malaysia.
              Kegagalannya membina biduk rumah tangga dengan Renata
              membuatnya  enggan  untuk  menetap  di  Indonesia.  Dia
              mengambil tawaran kerja di sana. Namun, sekarang Reyhan
              di  sini,  dia  dipulangkan,"  ujar  Mila.  Ada  sesuatu  yang
              tersendat dalam ucapan Mila. "Maksudmu          dipulangkan
              bagaimana, Mil?" tanyaku segera.
                  "Reyhan positif korona, Ken. Dia isolasi di rumah sakit M.
              Djamil. Nomor teleponnya sudah kukirim di WA‐mu."
                  Buru‐buru  kuperiksa  pesan  masuk  dari  Mila.  Segera
              kuhubungi  nomor  tersebut,  nomor  ponselnya  Reyhan.  Ada

              dering  nada  sambung  pertanda  masuk.  Kutunggu,  tak
              diangkat.  Kuulangi  lagi,  juga  masih  tak  diangkat.  Ketiga
              kalinya berhasil.
                  "Assalamualaikum, maaf ini siapa?" ucapnya.
                  Hening. Bendungan air mata tak kusadari tumpah‐ruah di
              pipiku yang panas dingin. Telah lama tak kudengar suara itu.
              Suara yang sangat kurindukan. Suara lelaki pujaanku, Reyhan.
                  "Waalaikumsalam,  Rey.  Ini  aku,  Kenanga,"  jawabku
              singkat.
                  "Ken,  apakah  ini  benar‐benar  kamu?  Benarkah,  Ken?"
              Kudengar ratap Reyhan dari seberang.




                                  Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 13
   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30