Page 28 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 28

Pamit

                                 Oleh: Abdul Aziz



             K
                    ulitku seakan tersengat oleh cahaya mentari sepulang
                    dari  masjid.  Siang  terasa  lebih  panas  dari  biasanya.
                    Langkahku  terhenti  ketika  terdengar  suara  yang
             sangat aku kenal.
                 “Mas  Yusuf,  nanti  malam  ke  rumahku  ya,”  kata  Pak
             Arman.
                 “Nggih, Pak.” Aku menjawab dengan bahasa yang halus.
             Rasa  penasaran  menyerangku  dan  pikiran  liar  menyeruak
             masuk  ke  dalam  benakku.  Sebenarnya  apa  yang  akan
             dibicarakan Pak Arman.
                 Malam ini aku sudah di rumah Pak Arman. Beliau tokoh
             masyarakat di kampung ini. Janggutnya yang sudah berubah
             warna    dan   tatapan   matanya     yang   tajam    seakan
             menelanjangiku.
                 “Kamu harus memilih antara Wiwid atau Nurul.” Kata itu
             langsung  meluncur  dari  mulutnya.  Seakan  tak  memberi
             peluang padaku untuk menyela.
                 Sementara  aku  terdiam  seribu  bahasa.  Aku  seperti
             demikian  karena  menghormatinya.  Aku  belum  berani  untuk
             menjelaskan  persoalan  yang  sebenarnya.  Ketika  api  yang
             membara di hati Pak Arman telah sirna oleh usapan lembut
             sang  istri.  Pak  Arman  melakukan  itu  karena  tak  ingin  ada
             desas‐desus yang kurang baik tentangku.



             16 | 80 Cerpenis MediaGuru
   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33