Page 32 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 32
Hati yang Terbelah
Oleh: Abdul Madjid
M
alam begitu kelam berbalut awan tebal
menyelimuti mayapada. Selimut seakan begitu
meronta
membalut
tubuhku.
Aku
erat
menyibakkan selimut tebal. Semakin keras aku menggeliat,
tetapi selimut itu semakin menghimpit. Kungkungan yang
mendera tak sebanding dengan kata‐kata yang mengalir dari
bibir istriku.
“Yah, kamu harus memilih antara aku dan ibumu,” kata
istriku.
Aku tercenung mendengarnya, tak dapat memilih kata
yang harus kusampaikan. Kalimat itu begitu mengusikku,
bagai godam yang menghantam dadaku. Terasa sesak dan
tercekat sehingga aku tidak mampu lagi untuk menyusun
kata‐kata untuk menjawabnya. Padahal selama ini aku sudah
terbiasa mengolah dan merangkai kata. Kali ini aku tak
mampu mengutarakan isi hatiku. Bahkan bibir yang selama ini
mampu mengembangkan butiran kata dengan jalinan yang
indah, tak mampu mengurai.
Aku menyadari bahwa empat bulan terakhir istriku yang
bekerja untuk menopang kehidupan rumah tangga. Istriku
kembali bekerja setelah aku di PHK. Dia bekerja di perusahaan
yang pernah ditinggalkan karena posisi itu masih diperlukan.
Sementara aku bekerja serabutan, hanya mampu
menghasilkan upah untuk kebutuhan sehari‐hari saja.
20 | 80 Cerpenis MediaGuru

