Page 37 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 37

tatapan  sinis  dari  seorang  senior,  petugas  kebersihan,
              menjurus kepadaku.
                  “Iya, Kak!” Aku menjawab dengan sedikit gemetar. Hari
              ini adalah hari pertamaku bekerja sebagai cleaning servise di
              PT Buana Sakti.
                  “Ingat ya, di sini kerja bukan untuk cari jodoh!” Omelan
              senior ini kutanggapi dengan tertunduk saja.
                  “Iya,  Kak!”  Hanya  jawaban  pendek  yang  keluar  dari
              mulutku sebagai seorang yunior dari pekerjaan baru ini.
                  Namanya  Marsini.  Wajahnya  yang  tirus  dengan  gincu
              merah  menghias  bibirnya.  Jiwa  perundungannya  meronta‐
              ronta kala melihat yunior nan lugu seperti aku. Dia seorang
              senior  cleaning  service  di  tempatku  bekerja.  Rambutnya
              panjang dan kulitnya sawo matang. Tingginya sedikit melebihi
              aku.
                  Setiap  kali  aku  bertemu  Marsini,  jantungku  terasa  ingin
              copot.  Tidak  hanya  tatapannya  yang  tajam,  mulutnya  yang
              suka  menghujat  dan  nyinyir  acapkali  menjadi  pemanasan  di
              pagi hari.
                  “Kamu  nggak  usah  sok  cari  muka  di  depan  Parto.  Dia
              memang mantanku, tapi aku tidak rela kalau kamu sama dia,
              nggak  level!”  kata  Sumarsih  seakan  sedang  kerasukan  Jin
              Ifrit.
                  “Demi  Allah,  Kak,  saya  tidak  ada  niat  untuk  merebut
              mantan pacar Kakak. Lagian saya di sini berniat kerja, bukan
              cari jodoh,” jawabku singkat.
                  “Eh,  mana  ada  pencuri  yang  ngaku.  Kamu  itu  masih
              muda,  kelihatan  cantik  sih.  Mana  mungkin  Parto,  si  tukang
              selingkuh   itu,   tidak   melirikmu.   Munafik!”   Marsini
              membentakku tanpa perasaan.



                                  Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 25
   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42