Page 40 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 40
“Bagaimana kondisi anak saya sekarang, Bu?” tanya lelaki
itu dengan raut wajah penuh rasa ingin tahu.
“Saat ini kondisinya sudah lebih baik, Pak,” jawab Kiara.
“Syukurlah,” gumamnya. Wajahnya terlihat senang.
“Saya mohon Bapak mau meluangkan waktu. Ini amanah
Allah, Pak,” lanjut Kiara.
“Ya, Bu. Saya menyesal tidak langsung merespon
permintaan Ibu waktu itu,”
“Sudahlah, mari kita bicarakan apa yang akan kita
lanjutkan supaya Putri segera pulih.”
Tak butuh waktu lama lelaki itu bercerita tentang
kondisinya kini. Dia meminta maaf tak segera memenuhi
panggilan Kiara ketika kabar Putri Lolita sakit. Ia berada jauh
dari kota kelahirannya semenjak berpisah dengan istri dan
putrinya.
Kiara mendengarkan dengan cermat rentetan kalimat
yang keluar dari mulut lelaki itu. Segala macam alasan
dikemukakan bagai peluru berebut keluar dari magasin.
Hingga akhirnya kesepakatan dicapai. Lelaki paruh baya itu
berjanji akan mendampingi anak gadisnya hingga sembuh.
Pria itu pamit pulang, bergegas berjalan sebab gerimis
perlahan mulai menderas.
Dalam rinai hujan, Kiara teringat sosok gadis manis salah
satu murid cerdas di kelasnya. Dia kini sedang berjuang
melawan sakit yang dideritanya. Putri Lolita, gadis yang
sangat menyukai bunga bungur jepang.
Takdir mempertemuakan Kiara dengan Putri Lolita. Di
saat pertama kali Kiara menginjakkan kakinya di sebuah
sekolah megah di selatan Jakarta. Tugas di tempat barunya
28 | 80 Cerpenis MediaGuru

