Page 44 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 44

Cinta (Jangan) Kau Lara

                                  Oleh: Aminatun



             K
                    ukendurkan ikat pinggang Cinta. Kulepas sepatu dan
                    mengikat rambut ikalnya dengan karet rambut yang
                    melingkar  di  pergelangan  tangan  kirinya.  Kubaluri
             perut  dan  punggungnya  dengan  minyak  kayu  putih.  Cinta
             tersenyum.
                 “Ibu  seperti  bunda  saja,”  katanya  menahan  geli  karena
             perutnya kugelitik.
                 Alisa, Kakak Cinta, berdiri sembari mengusap‐usap kepala
             Cinta. Dua kakak beradik ini terlihat sangat akrab dan saling
             menyanyangi.
                                         ***
                 “Wa’alaikumussalam,  Bu  Guru.  Ada  apa  dengan  anak‐
             anak  saya,  Bu?”  getar  suara  panik  Bu  Maya,  Bunda  Cinta,
             terdengar begitu jelas ketika mengangkat teleponku.
                 Segera  kuceritakan  keadaan  Cinta  kepada  Bu  Maya.
             Wanita yang bekerja serabutan di sebuah rumah makan tak
             jauh dari sekolah kami, berjanji akan segera ke sekolah untuk
             menjemput kedua anaknya.
                 Setelah  Cinta  tak  lagi  mengerang,  kutinggalkan  mereka
             yang asyik berbincang.
                                         ***
                 Di  depan  UKS,  aku  bertemu  seorang  wanita  elok  rupa
             yang  kebetulan  mencariku.  Wanita  berkulit  kuning  langsat
             dengan  gaun  bermotif  bunga‐bunga  kecil  ini  tersenyum


             32 | 80 Cerpenis MediaGuru
   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49