Page 48 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 48

Pilihan

                                  Oleh: Apriyanti



             S
                   emuanya  berawal  dari  ibu  mertuaku  yang  terserang
                   strok.  Hal  itulah  yang  menyebabkan  perang  dingin
                   antara  aku  dan  suami  karena  perbedaan  pandangan
             dalam menyikapi permasalahan.
                 Aku  terjaga  dari  lelap  malam  yang  dingin.  Angin
             berembus     memorak‐porandakan       kesombongan      yang
             bertahta  di  hati.  Sepi,  waktu  yang  pas  untuk  melabuhkan
             kegundahan hati pada Sang Pemilik Semesta. Perdebatan itu
             seperti diputar ulang.
                 “Ini  kesempatan  emas  untuk  merawat  ibu  yang  telah
             mengorbankan dirinya,“ ucap suamiku.
                 “Abang  bisa  cari  perawat  untuk  mengurus  ibu,  bukan
             malah  mundur  dari  pekerjaan,“  saranku  pada  suami  agar
             berpikir  logis,  “apakah  Abang  nggak  rugi  melepaskan
             pekerjaan ini?”
                 “Abang  sudah  yakin,  maafkan  bila  kamu  kecewa,  tapi
             bantu  Abang  untuk  meraih  ‘surga’  dengan  cara  ini,”  tandas
             suamiku penuh energi.
                 Apa yang ada dibenak suamiku. Siapa yang telah mencuci
             pikirannya. Logikanya seakan lenyap. Aku masih nggak terima
             keputusan  sepihak.  “Oh,  malam  ringankan  pikiranku.  beban
             ini terasa berat menyita jiwa raga,” ucapku di dalam hati.
                                         ***




             36 | 80 Cerpenis MediaGuru
   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53