Page 52 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 52

Tidak Ada Cinta Buat Sehati

                              Oleh: Bahar Sungkowo



             S                menjadi    korbannya.    Terus   meneror,
                   aat ini pandemi memasuki bulan ketujuh. Satu per satu
                   manusia
                   mengincar,  dan  menghantam  tubuh  dan  psikis
             masyarakat. Aku pun cemas, membuat lemas lunglai jiwa ini.
             Korona  segeralah  pergi  menjauh  ke  negeri  antah  berantah!
             Biarkan aku mendapatkan kembali cintaku bersamamu. “Ah,
             mungkinkan  ini  terjadi?  Bagai  pungguk  merindukan  bulan,”
             pikirku.
                  “Hei,  lihat  penampilah  Sehati  hari  ini!  Anggun  dengan
             jilbabnya yang melambai‐lambai,” kataku.
                  “Mana?  Oh,  itu.  Ah,  biasa  saja.  Mana  yang  istimewa?”
             Gadis cupu gitu, anggun. Preett!” Gondo mencibirku.
                  “Heh, Gon, bacot lu apa nggak pernah makan sekolahan
             hah. Sekali lagi lu ngomong, bogem mentah ini mendarat di
             bibir monyong lu,” kataku serius.
                  “Apa lu, Jon. Emang gua takut. Mari kita gelud man to
             man!”  Gondo  menantangku  duel.  “Untuk  membela  Sehati
             apa  pun  siap  kulakukan.  Aku  tonjok  duluan  saja  mulutnya
             Gondo yang usil itu, sebelum dia memukulku,” pikirku.
                  “Dug...dug...  Aaghh..”  Gondo  meringis  akibat  mulutnya
             kubogem  mentah.  Gondo  membalas  memukul  perutku,
             namun aku menahan napas sehingga pukulan Gondo seperti
             menggelitik perutku saja. Selagi kami berdua sedang ancang‐




             40 | 80 Cerpenis MediaGuru
   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57