Page 57 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 57
Ya, lebih tepatnya teman untuk berdiskusi dan sharing
tentang pelajaran di sekolah. Semua bidang studi kamu lahap
dengan nikmatnya sehingga tak ada kata sulit yang melilit.
Kamu memang siswa tercerdas di sekolah dan siapa yang
tak mengenal pemilik lesung pipi yang sangat manis. Dan
seringnya bapak ibu guru meminta kami berdua untuk
menyelesaikan tugas bersama‐sama di depan kelas sehingga
terdengar suara‐suara riuh dan celoteh berdehem di antara
mereka.
Aku dan kamu faham arti isyarat mereka dan aku
berusaha untuk menjelaskannya bahwa kita hanya teman
biasa. Namun, justru lebih banyak siulan, gelak tawa, dan
ejekan dari mereka. Menurut mereka kita adalah pasangan
yang serasi . Setiap tahun aku dan kamu memang selalu
bersaing dalam prestasi baik akademik dan nonakademik.
Perasaan yang mungkin berasal justru dari seringnya
teman‐teman menjodoh‐jodohkan aku denganmu. Perasaan
yang mungkin sebuah kesalahan besar, aku menyukaimu. Di
hari‐hari berikutnya, aku tidak menyangka bahwa gosip tidak
benar antara aku dan kamu semakin menyebar.
Setiap kali aku berbicara denganmu, teman‐teman di
kelas memberi siulan dan sorakan. Aku dan kamu merasa
tidak nyaman dengan itu. Karena kita hanya menganggap
mereka cuma bercanda dan kita pun menanggapinya dengan
santai. Namun, kamu mulai menghindariku.
Aku pun akhirnya memutuskan untuk tidak bertegur sapa
denganmu. Aku memendam perasaan ini hingga kini. Dan
entah kapan, karena kamu bukan hanya sekadar sahabat, tapi
juga obat kalaku tak berdaya dan putus asa. Kamu hadir
Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 45

