Page 61 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 61
sudah dua tempat yang menolaknya dengan alasan tidak ada
lowongan kerja karena korona.
**
Mentari mulai menunjukkan kegagahan dengan terik
sinarnya. Marni merasakan lelah yang luar biasa. Dia merasa
sangat pusing. Dia memutuskan untuk beristirahat di bawah
sebatang pohon yang tidak jauh dari sebuah rumah yang
sangat megah. Embusan angin yang bertiup sepoi‐sepoi
perlahan menghalau rasa lelahnya. Sapuannya sedikit
melapangkan paru‐paru.
Terlihat mobil ambulans memasuki halaman rumah
megah tersebut. Beberapa petugas berseragam mirip
astronaut turun. Dari beberapa orang yang juga ikut berteduh
di bawah pohon tersebut, Marni mendapatkan informasi kalau
keluarga di rumah besar itu positif terkena virus korona.
Mata Marni membesar. Dadanya terasa begitu sesak.
Seakan terimpit gada yang sangat berat saat menyaksikan
sepasang suami istri yang sedang digiring petugas ke dalam
ambulan. Pasangan yang sangat dia kenal. Dari tangan
merekalah dia kemarin mendapatkan dua bungkus nasi yang
sangat dinikmati anak‐anaknya. Bahkan, kemarin dia pun
sempat berjabat tangan dengan mereka berdua. Tubuh Marni
langsung roboh, tak sadarkan diri.
Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 49

