Page 65 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 65

yang   ambruk.    Marjuki,   laki‐laki   kedua,   sejak   Ray
              menduakanku.
                  Rindu  ini  semakin  akut  hingga  waktu  satu  lustrum.
              Kerinduanku  semerdu  nyanyian  seorang  biduan.  Desah
              napasnya  menuju  oktaf  paling  tinggi.  Merinduinya  penuh.
              Andai  saja  waktu  berjalan  mundur,  aku  lebih  berhati‐hati
              untuk memilih.
                  Aku  duduk  di  peron  menunggu  bus  yang  akan
              mengantarku     menuju     Gresik,   Kota    Santri   untuk
              menjumpainya.  Di  antara  wangi  aroma  tanah  basah,  bibirku
              masih mengeja bayangnya. Hujan tak pernah bercerita, kapan
              datang  membasahi  bumi.  Begitu  pun  cinta  ini,  mekar  tanpa
              disadari. Sarat ketenangan, namun sangat bergairah.
                  Saat  magis  hujan  mendinginkan  raga,  kuambil  ote‐ote
              panas  lalu  sebatang  sigaret  untuk  menghangatkan  tubuh.
              Sejenak aku patuhi efeknya, namun alam sadarku menyelinap
              dan kembali keluar menjadi kepulan asap.

                  Wajahku  sumringah  saat  senja  menjumpai  cakrawala  di
              Kota  Pudak  ini.  Dari  kaca  berembun,  laki‐laki  itu  terlihat
              melambaikan tangan.
                   "Nay, Nay.." Suara itu sayup terdengar di telinga semakin
              kuat saat kakiku turun dari bus. Lengan kokohnya merengkuh
              tubuhku  erat  ikut  merasakan  debaran  sajak  hati  yang  tak
              pernah terbaca.
                   “Maaf,  membuat  kamu  menungguku,  Nay,”  katanya
              tanpa keraguan.
                  Lalu, hujan kembali menulis puisi cinta di setiap rintiknya.
              Menyuarakan keteduhan dan hasrat yang tak tertolak. Juna
              menatap  sayang,  menggeser  tubuhku  yang  kurus.  Diciumi


                                  Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 53
   60   61   62   63   64   65   66   67   68   69   70