Page 60 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 60
Dengan berat hati si bungsu menyerahkannya dan
langsung diberikan pada kucing kesayangan mereka. Si belang
pun tak kalah lahapnya menikmati tulang tersebut.
"Mak, besok kita buka puasanya pake nasi bungkus lagi,
kan?" Delia bertanya sambil bergelayut manja di lengan
emaknya. Marni hanya tersenyum dan membelai rambut putri
kesayangannya.
"Doakan Mak ya, Dek. Semoga besok kita mendapatkan
rezeki yang cukup untuk kita berempat." Marni mencoba
memberikan penjelasan kepada si bungsu.
Sejak Mas Agus suaminya meninggal, kehidupan mereka
langsung berubah. Rumah tempat dia dan anak‐anaknya
bernaung selama ini telah berpindah tangan pada Nuri, adik
iparnya. Dengan teganya dia merampas semua harta
peninggalan Mas Agus dengan alasan harta warisan keluarga.
Padahal, semua itu adalah hasil kerja keras Marni dan
suaminya.
Marni hanya bisa pasrah, karena dia tidak punya saudara
lain selain anak‐anaknya. Di rumah kecil inilah kini dia kembali
merenda kehidupan bersama ketiga buah hatinya. Meskipun
dia harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan mereka
sehari‐hari.
Dengan langkah terseok, Marni kembali menyusuri
jalanan kompleks yang terlihat lengang. Sejak merabaknya
virus korona, dia sudah tidak bisa lagi mencari nafkah untuk
ketiga anak‐anaknya. Perusahaan tempat dia
menggantungkan hidup, telah tiga bulan ini tutup. Hampir
semua karyawannya dirumahkan, termasuk Marni. Hari ini
48 | 80 Cerpenis MediaGuru

