Page 54 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 54
tanpa komando dan langsung mendaratkan bogem
mentahku kembali.
“Bug, bug.. Monyet kuya, kadal koreng. Lu lagi lu lagi
yaa, Gondo sialan,” kataku.
Gondo dengan marah juga membalas pukulanku, jadilah
kami berkelahi untuk kedua kalinya.
“Berhenti, woi! Ada kabar duka. Teman kita Sehati telah
meninggal dunia,” kata Zainul sambil terengah‐engah.
“Kebetulan tadi aku lewat di rumah Sehati dan bertanya
dan mendapatkan kabar Sehati meninggal karena covid‐19,”
lanjut Zainul.
“Inna lillahi wa inna Ilaihi rajiun.” Terucap di mulut kami
kalimat doa duka cita.
Aku dan Bondo menghentikan perkelahian dan
berpelukan sambil saling memaafkan.
“Gon, Sehati telah mendahului kita. Maafkan gue ya
selama ini,” kataku kepada Gondo.
Sejurus kemudian dibalas dengan anggukan Gondo dan
kami berpelukan.
“Tidak ada cinta buat Sehati,“ pekik kami berdua
bersama‐sama.
42 | 80 Cerpenis MediaGuru

