Page 50 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 50
Oops, lancang sekali mulutku. Mulutmu harimaumu.
Bukannya aku bertanya, apakah Abang sudah makan siang
belum.
Tiba‐tiba Bang Yusuf memanggil Arin dengan panggilan
yang cukup keras. Apa yang terjadi? Ah, paling ibu lagi‐lagi
yang minta perhatian. “Aduh, kapan bisa tenang di rumah
ini,” ucapku seraya bangkit dan mau mengatakan, bisa nggak
diam!
Mulutku bisu saat melihat ibu digotong ke mobil karena
tidak sadarkan diri. Aku bingung mau berbuat apa. Tatapan
Bang Yusuf seakan‐akan mau menerkamku hidup‐hidup.
Ibu dinyatakan koma karena tekanan darahnya
meningkat. Ada rasa takut yang merayap dalam dada. Apakah
ini karena kedunguanku. Ah, membayangkan saja aku
sekarang bergidik. Apa yang sudah aku lakukan?
Seharusnya aku bahagia karena tidak direpotkan lagi.
Tapi, ada sisi batinku yang kesepian karena keberadaanku
dianggap tidak ada. Kini aku ‘dibebaskan’ oleh Bang Yusuf.
Bebas memilih. Ah, mengapa kesadaran selalu terlambat
hadir.
38 | 80 Cerpenis MediaGuru

