Page 46 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 46
suamiku pergi meninggalkanku. Padahal saat itu kami sedang
menunggu detik‐detik kelahiran anak pertama.”
Bu Maya tak meneruskan kata‐katanya. Tangannya
semakin erat menggenggam tanganku. Kuusap‐usap bahu
tangannya untuk menenangkannya.
“Ketika suamiku menyadari kekeliruannya dan kembali
kepadaku, kau kembali datang dengan kobaran api cemburu.
Engkau benar‐benar merenggut Mas Mahardika dari pelukan
kami. Anakku dan anakmu yang tak berdosa, terpaksa
kehilangan ayah mereka. Kamu kejam, Siska!”
Tak dapat lagi Bu Maya berkata‐kata. Kepedihan yang
bercampur kemarahan menyesakkan dadanya. Bu Siska
memeluk erat Bu Maya.
“Aku ingin Cinta bersamaku, May. Aku ingin Cinta tahu
bahwa aku adalah ibu kandungnya,” ucap Bu Siska lirih
setengah berbisik.
“Tidak untuk saat ini, Sis. Aku tak ingin anak yang
kurawat sejak minggu pertama kamu lahirkan itu terluka
batinnya. Kenyatan pahit di masa lalu pasti akan melesapkan
keceriaannya. Tiga belas tahun, kurawat Cinta dengan selaksa
cintaku. Aku ikhlas merasakan kesakitan apa pun demi
melihatnya tetap tersenyum. Mengalahlah untuk
kebahagiaan Cinta, Sis!”
Mereka pun mengeratkan pelukan dalam tangisan yang
dalam. Aku bisa merasakan remuk redam hati keduanya. Air
mata yang sedari tadi kutahan, tak mampu kupertahankan.
Aku larut dalam perasaan kesakitan.
“Eh, Bunda di sini. Ayo, kita pulang, Bun!” sapa Cinta yang
tiba‐tiba berdiri di depan pintu ditemani Alisa.
34 | 80 Cerpenis MediaGuru

