Page 26 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 26

Kuatur napasku agar tak kentara sedang menangis. Aku
             tak  ingin  membuatnya  makin  rapuh.  Kutegarkan  hati,
             kuberikan dia motivasi. Perbincangan panjang membuat kami
             lupa waktu. Azan pun berkumandang dari kejauhan.
                 Di  akhir  perbincangan  Reyhan  berpesan.  "Ken,  jaga  diri
             baik‐baik.  Jangan  anggap  enteng  virus  ini.  Semua  tak
             segampang  seperti  kebanyakan  yang  dipikir  orang‐orang.
             Virus ini benar‐benar ada. Mereka begitu dekat dengan kita
             dan  kini  giliranku.  Tunggu  aku,  Ken.  Jika  aku  sembuh,  aku
             akan  meminangmu,  melingkarkan  kebahagiaan  di  jari
             manismu. Tunggu aku ya, Ken."
                 Aku  tak  bisa  berkata  apa‐apa.  Hanya  air  mata  yang  tak
             henti‐hentinya mengalir deras dari netraku. Kutepis, ia tetap
             mengalir tanpa permisi. Reyhan pun menutup teleponnya.
                 "Aku akan menunggumu, Rey. Sampai kapan pun.”
                 Pagi  ini  kudengar  kabar  jika  Reyhan  telah  menghadap
             Sang  Khalik.  Meninggalkanku  tanpa  pamit.  “Aku  akan

             menunggumu,  Rey.  Izinkan  aku  menjadi  istrimu,  tidak  di
             dunia, tapi di surga kelak."




















             14 | 80 Cerpenis MediaGuru
   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31