Page 24 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 24
Kami duduk tak terlalu dekat, tapi tatapan kami seakan
membunuh batas jarak di antara kami.
"Bukan saja mawar, tapi segelas kopi dan hujan ini
menjadi saksi bahwa cinta ini tak akan terganti, tak akan mati
sekali pun kita tak dapat bersemuka satu sama lain," balasku.
Reyhan hanya diam. Tapi senyumnya tak pernah lepas
memandangku. Di taman itu aku dan Reyhan menghabiskan
senja yang basah dengan dua cangkir kopi di meja kayu
bercat putih semusim yang lalu.
Sejak pertemuan itu kami tak pernah lagi bersemuka.
Pertemuan terakhir itu benar‐benar membawa kami pada
jurang pemisah yang begitu dalam.
Reyhan menikahi gadis pilihan orang tuanya. Sedangkan
aku, tetap memilih menata hati. Mencoba berdamai dengan
hati yang tetap kekeh menyayangi Reyhan tanpa syarat,
tanpa tapi.
***
Setahun kemudian aku mendengar Reyhan dan Renata
tak lagi hidup dalam satu atap. Mereka memilih hidup sendiri.
Buah hati tak kunjung hadir di tengah‐tengah kehidupan
mereka. Entah karena itu, aku tak tahu. Seharusnya ini kabar
gembira, hanya saja aku tak tahu di mana Reyhan saat ini. Aku
masih berharap dan ingin mengabarkan padanya bahwa rasa
sayang ini tak pernah berkurang.
Banyak lelaki yang ingin meminangku. Namun, aku masih
belum bisa bangkit. Cinta yang aku miliki tak tertandingi.
Ketampanan dan kesempurnaan yang ditawarkan para
kumbang yang mendekati terasa hambar. Buatku hanya
Reyhan yang mampu mengisi hati ini. Apalagi Reyhan tak
12 | 80 Cerpenis MediaGuru

