Page 14 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 14

Limbung.  Bahkan  akan  ditutup  oleh  pemiliknya.  Tak  pelak,
             semua  kena  imbasnya,  mulai  pimpinan  hingga  staf  dan
             pegawai level bawah.
                 PHK tak dapat dihindari. Sang pemilik mengumumkannya
             sendiri. Langsung. Kami semua diminta tabah.
                 Namun,  pikiranku  kacau  saat  itu.  Tak  tahu  apa  yang
             hendak  kusampaikan  pada  istriku  tentang  situasi  tersebut.
             Tak  tahu  bagaimana  kujelaskan  isi  surat  dalam  amplop  itu.
             Sesaat  dunia  serasa  gelap.  Masa  depan  tergambar  begitu
             muram di depan mata.
                 Syukurlah itu segera berlalu. Istri dan anak‐anakku tabah.
             Sungguh aku sangat bersyukur memiliki mereka. Mereka tahu
             bahwa  bukan  hanya  diriku  saja  yang  mengalami  pukulan
             berat seperti ini.
                 Praktis,  aku  harus  bekerja  sebisanya  dan  seadanya  agar
             dapat makan sehari‐hari. Untunglah, tak lama setelah PHK itu,
             aku  diterima  sebagai  pengemudi  ojek  daring.  Berbekal

             sepeda motor bekas.
                 Kupikir  inilah  hidup.  Tidak  ada  perasaan  gengsi.
             Kuacuhkan saja omongan miring orang lain tentang seorang
             mantan manajer yang kini berjaket hijau sebagai pengemudi
             ojek daring. Urat gengsiku telah putus. Sebab, ada keluarga
             yang harus aku nafkahi di rumah.
                                        ****
                 Hujan  belum  menampakkan  tanda‐tanda  reda.  Rinainya
             utuh.  Lalu  lintas  tampak  sepi.  Hingga  gemericik  gerimis  itu
             terdengar dekat di telingaku.






             2 | 80 Cerpenis MediaGuru
   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19