Page 270 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 270

Cinta Buta

                           Oleh: St. Shobibul Barokah



             S
                   uara  peluit  petugas  pemberangkatan  kereta  api
                   mengawali  perjalananku  dari  Kota  Angin,  Nganjuk
                   menuju  Kota  Metropolitan,  Jakarta.  Kota  penuh
             dengan angan dan cita‐cita. Aku duduk tanpa mengeluarkan
             sepatah  kata,  sementara  Mas  Faris  yang  menemaniku
             bepergian,  duduk  di  bangku  gerbong  bercanda  ria  dengan
             mimpi‐mimpinya.  Dia  orang  baik  dan  sangat  setia.  Seperti
             saat  aku  menjalin  hubungan  dengannya.  Tak  pernah
             merasakan  riak‐riak  gelombang  permusuhan  maupun
             cemburu  yang  membabi  buta.  Bahkan,  dia  pun  mengetahui
             perjuangan Mas Andre untuk menaklukkanku.
                  Suara   azan   subuh    bersahut‐sahutan.   Mengiringi
             langkahku  saat  menginjakkan  kaki  di  Stasiun  Pasar  Senen,
             Jakarta.  Mas  Faris  dengan  sikap  penuh  tanggung  jawab
             mengantarku sampai ke asrama tempat aku menginap. Dan
             kebiasaan  Mas  Faris  setelah  mengantarku,  dia  langsung
             pulang.
                  Sebagai gadis yang tidak banyak tingkah, tentu saja aku
             tidak terbebas dari asmara. Meski sudah memiliki Mas Faris di
             kampung  halamanku,  namun  Mas  Andre  yang  menjabat
             ketua  SEMA,  masih  saja  terus  menggombal  dan  menggoda
             hanya  untuk  mendapatkan  simpatiku.  Padahal,  ada  seribu
             satu  wanita  yang  mengejarnya,  namun  dia  lebih  suka




             258 | 80 Cerpenis MediaGuru
   265   266   267   268   269   270   271   272   273   274   275