Page 267 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 267

Sejak  saat  itu,  hatiku  gundah  gulana.  Pertanyaan‐
              pertanyaan  bagaimana  kalau  hasil  tesnya  positif.  Lalu,  apa
              yang  bisa  aku  lakukan?  Bagaimana  dengan  anak  bungsuku?
              Bagaimana  jalan  kehidupan  rumah  tanggaku?  Bagaimana
              kalau aku sampai tidak bisa bertahan terhadap serangan virus
              keparat  itu?  Serta  bagaimana‐bagaimana  yang  lainnya  yang
              selalu  berkecamuk  dalam  otakku  dan  berputar‐putar
              memenuhi batok kepalaku.
                   Sejenak  aku  terhenyak.  Bingung  dan  serasa  terhempas.
              Setelah menerima hasil tes yang bagiku sangat menakutkan.
              Aku dinyatakan positif covid‐19. Betapa tidak, setelah ini aku
              akan  diisolasi  di  suatu  tempat  di  rumah  sakit.  Tidak  boleh
              dibesuk  dan  tidak  boleh  bertemu  dengan  siapa  pun  kecuali
              dengan para tenaga medis yang merawatku. Itu pun mereka
              harus  berpakaian  seperti  astronot  untuk  melindungi  diri
              mereka  dari  paparan  makhluk  durjana  yang  bersarang  di
              tubuhku.

                   Malam  ini  adalah  malam  kedua  aku  tidur  di  sini.  Ruang
              isolasi rumah sakit daerah di tempatku bermukim. Aku duduk
              termangu di ujung tempat tidur. Rasaku bergolak ingin kabur
              melompati  jendela  dan  terbang  bersama  awan  untuk  bisa
              segera  sampai  di  peraduan  sendu  putra  bungsuku.  Tetapi,
              kaki  ini  terasa  terbelenggu  terantai  ketakutan  yang
              menyergap jiwa. Kutatap lekat langit‐langit kamar. Kudengar
              suara lirih nada dering WA dari ponselku. Bungsuku mengirim
              pesan.
                   “Mama,  Adik  di  rumah  baik‐baik  saja.  Ua  Siti  dan  Nina
              tidur di sini menemani Adik.”




                                Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 255
   262   263   264   265   266   267   268   269   270   271   272